SOLO, HARIANKOTA.COM – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Jawa Tengah memasuki tahap kesiapan akhir. Sebanyak 270 petugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo resmi dikukuhkan untuk mendukung proses pemberangkatan hingga pelayanan jemaah selama di asrama haji.
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengungkapkan total jemaah haji asal Jawa Tengah tahun ini mencapai 34.122 orang. Jumlah tersebut terdiri dari jemaah reguler berdasarkan nomor porsi, prioritas lanjut usia, petugas haji daerah, serta pembimbing kelompok bimbingan.
“Kloter pertama dijadwalkan masuk pada 21 April 2026 pukul 06.00 WIB dari Kabupaten Tegal dengan jumlah 360 jemaah. Selanjutnya akan diberangkatkan ke Arab Saudi pada 22 April dini hari,” jelasnya, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, persentase jemaah lanjut usia masih cukup tinggi, yakni sekitar 40 persen dari total keseluruhan. Hal ini menjadi perhatian utama dalam pelayanan, terutama terkait pendampingan dan fasilitas selama proses keberangkatan.
Pada musim haji tahun ini, terdapat penyesuaian skema keberangkatan. Sebagian jemaah dari wilayah eks-Karesidenan Kedu akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta. Kebijakan ini mencakup sekitar 15 kelompok terbang atau kurang lebih 6.000 jemaah.
Menurut Fitriyanto, langkah tersebut diambil untuk mengurangi kepadatan di Embarkasi Solo sekaligus memberikan kenyamanan bagi jemaah.
“Wilayah seperti Magelang, Temanggung, dan Kebumen secara geografis lebih dekat ke Yogyakarta, sehingga perjalanan jemaah menjadi lebih singkat dan tidak terlalu melelahkan,” ujarnya.
Dari sisi fasilitas, PPIH memastikan kesiapan hampir mencapai 100 persen. Berbagai simulasi telah dilakukan, termasuk penerapan layanan terpadu atau one stop service bagi jemaah.
Salah satu inovasi tahun ini adalah pembagian kartu nusuk yang dilakukan sejak di embarkasi. Kebijakan ini berbeda dari tahun sebelumnya yang membagikan kartu tersebut setibanya jemaah di Arab Saudi.
“Dengan kartu nusuk sudah diterima sejak di tanah air, jemaah bisa lebih tenang dan fokus menjalankan ibadah saat tiba di Tanah Suci,” kata Fitriyanto.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Perbekalan PPIH Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, menyampaikan bahwa koper jemaah untuk lima kloter awal telah diterima di asrama haji.
Namun demikian, proses pemeriksaan tetap dilakukan secara ketat untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa jemaah.
“Kami masih menemukan beberapa barang yang tidak diperbolehkan dalam penerbangan, seperti power bank yang sering kali luput dari perhatian jemaah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh barang bawaan akan melalui proses sterilisasi sesuai standar keamanan penerbangan internasional guna menghindari kendala saat keberangkatan.
Data PPIH mencatat jemaah tertua tahun ini berusia 84 tahun berasal dari Kabupaten Klaten. Sementara jemaah termuda berusia 13 tahun dari Kabupaten Magelang yang berangkat menggantikan pendaftar sebelumnya.
Dengan komposisi usia yang beragam, seluruh petugas diminta memberikan pelayanan maksimal, termasuk mendorong jemaah yang lebih muda untuk membantu lansia selama perjalanan ibadah.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.