HPN 2026 di Surakarta Semarak, Kepala Daerah Solo Raya Hadir dan Serukan Sinergi dengan Insan Pers

Malam Resepsi dan Tirakatan HPN 2026 di Surakarta dihadiri kepala daerah Solo Raya. Serukan sinergi pers dan pemerintah di era digital.

chat_bubble_outline 0
Perayaan HPN 2026 di Rumah Dinas Wawali Solo

SOLO, HARIANKOTA.COM – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai malam resepsi dan tirakatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Jalan Gajahmada, Selasa (10/2/2026) malam.

Meski lokasi acara berpindah dari Monumen Pers, antusiasme tamu undangan justru semakin terasa dengan kehadiran para kepala daerah se-Solo Raya, insan pers, serta berbagai mitra strategis.

Acara yang menjadi puncak rangkaian peringatan HPN 2026 di Surakarta itu diawali dengan ramah tamah, pemotongan tumpeng, dialog santai seputar dunia jurnalistik, hingga penyerahan bingkisan kepada keluarga wartawan di Solo Raya.

Sejumlah wartawan yang hadir menyebut suasana tahun ini lebih semarak.

“Meski pindah tempat, justru terasa lebih hidup. Kepala daerah Solo Raya hadir lengkap, bahkan ada perwakilan Gubernur Jawa Tengah,” ujar salah satu tamu undangan.

Ketua Panitia HPN Surakarta 2026, Bramantyo, mewakili Ketua PWI Surakarta, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para undangan, mulai dari insan media, stakeholder, hingga jajaran kepala daerah.

“Kami berterima kasih atas kebersamaan malam ini. Kehadiran para pemimpin daerah, meski digelar malam hari dan dalam kondisi hujan, menjadi semangat tersendiri bagi kami,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pers memiliki peran penting sebagai perekat wilayah di Solo Raya. Di tengah tantangan era digital, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan derasnya arus disrupsi informasi, insan pers dituntut tetap adaptif tanpa meninggalkan nilai dan etika jurnalistik.

“HPN bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi. Pers tidak boleh lengah menghadapi tantangan zaman. Kita harus terus bertransformasi menjadi lebih baik,” tegasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, Wakil Bupati Sragen Suroto, serta perwakilan Gubernur Jawa Tengah melalui Asisten Administrasi Sekda Pemprov Jateng Doni Widianto.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menekankan bahwa perpindahan lokasi acara tidak mengurangi makna historis kawasan tersebut. Menurutnya, kawasan Jalan Gajahmada merupakan titik penting perjalanan pers nasional.

“Di kawasan ini menjadi titik kumpul wartawan dari berbagai daerah. Surakarta memiliki sejarah panjang sebagai tempat lahirnya pers dan PWI. Semangat itu harus terus dijaga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, yang hadir mewakili Bupati Karanganyar  menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah dan pers selama ini terjalin baik dan perlu terus diperkuat.

“Pemerintah dan pers harus bersinergi. Kami mengapresiasi kerja-kerja jurnalistik yang profesional dan berimbang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terbuka terhadap kritik dan masukan dari media.

“Kami menerima kritik dan saran dari teman-teman wartawan. Pers memiliki peran penting dalam membangun bangsa dan mengawal jalannya pemerintahan,” katanya.

Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, menambahkan bahwa malam resepsi dan tirakatan ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan HPN 2026 yang sebelumnya diisi dengan jalan sehat, lomba jurnalistik, anjangsana, serta kegiatan sosial bagi keluarga wartawan.

“Kendala teknis yang sempat terjadi tidak menyurutkan semangat kami. Harapannya, wartawan Solo Raya semakin kompak karena perjalanan ke depan masih panjang,” tandasnya.

Acara tersebut turut dihadiri pengurus dan anggota PWI Surakarta, pimpinan redaksi berbagai media, organisasi wartawan seperti PFI dan AJI, serta sejumlah mitra seperti Bank Indonesia Solo, PLN, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan partai politik.

Malam tirakatan HPN 2026 itu pun menjadi simbol kebersamaan, mempertegas komitmen bahwa pers dan pemerintah daerah dapat berjalan beriringan demi pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan publik.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya