Rp1,2 Triliun Digelontorkan! Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung Disiapkan Jadi Ikon Seni Baru

Pemprov Bali menggelontorkan anggaran Rp1,2 triliun untuk membangun Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung/istimewa

chat_bubble_outline 0

 

DENPASAR,HARIANKOTA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memastikan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung dengan anggaran mencapai Rp1,2 triliun. Proyek berskala besar ini mulai dikerjakan pada 2026 dan ditargetkan rampung akhir 2027, sekaligus dipersiapkan sebagai lokasi utama Pesta Kesenian Bali 2028.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, pembangunan tahap awal akan difokuskan pada zona inti kawasan, yang mencakup fasilitas utama seni dan budaya. Di antaranya panggung terbuka, panggung tertutup, wantilan, serta berbagai fasilitas penunjang aktivitas kebudayaan.

Menurut Koster, Pusat Kebudayaan Bali tidak sekadar proyek infrastruktur, tetapi akan menjadi jantung baru aktivitas seni budaya Pulau Dewata. Kawasan ini dirancang untuk menampung berbagai agenda besar, seperti Pesta Kesenian Bali, Festival Seni Bali Jani, hingga perhelatan budaya berskala nasional dan internasional.

“Pembangunan fasilitas di zona inti direncanakan berlangsung selama dua tahun, mulai 2026 hingga 2027,” ujar Koster dalam keterangan resminya.

Saat ini, Pemprov Bali tengah merampungkan Detail Engineering Design (DED) yang ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026. Setelah itu, proses lelang pembangunan diproyeksikan dimulai Februari hingga April 2026.

Koster menekankan, proyek ini harus tuntas paling lambat Desember 2027, agar pada 2028 Pusat Kebudayaan Bali sudah siap digunakan untuk Pesta Kesenian Bali ke-50.

Selama ini, kegiatan seni budaya Bali masih terpusat di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar. Namun, seiring meningkatnya jumlah seniman, kreativitas, dan pengunjung, fasilitas tersebut dinilai sudah tidak mampu menampung kebutuhan kegiatan budaya Bali yang terus berkembang.

Dengan hadirnya Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Pemprov Bali berharap tercipta ruang ekspresi seni yang lebih representatif, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan budaya dan pariwisata ke wilayah Bali timur.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

16 jam yang lalu