KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Kabar baik bagi warga Karanganyar yang membutuhkan layanan cuci darah. Instalasi pelayanan hemodialisis resmi diluncurkan dan mulai beroperasi pada Januari 2026.
Kehadiran layanan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pasien gagal ginjal yang selama ini harus menjalani perawatan di luar daerah.
Peresmian layanan dilakukan setelah melihat tingginya jumlah pasien gagal ginjal asal Karanganyar yang belum terlayani di wilayah sendiri.
Pemerintah daerah pun mendorong pihak rumah sakit dan manajemen untuk segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar layanan ini bisa segera dibuka.
“Alhamdulillah, hari ini sudah siap kita launching dan besok sudah mulai melayani. Pasiennya juga sudah ada, dan ini memang ditujukan untuk melayani masyarakat Karanganyar,” ujar Bupati Karanganyar, Senin (5/1).
Layanan cuci darah ini juga telah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Kerja sama dengan BPJS telah rampung sejak akhir 2025 dan mulai efektif per Januari 2026, sehingga pasien dapat langsung memanfaatkan layanan tanpa perlu memikirkan biaya.
“Besok sudah bisa pakai BPJS. Jadi pasien tidak perlu khawatir soal biaya,” tegasnya.
Dengan dibukanya instalasi hemodialisis ini, pemerintah berharap seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, dapat bersinergi memberikan pelayanan terbaik. Tidak boleh ada pasien yang datang namun tidak terlayani.
“Kita ini petugas pelayanan masyarakat. Semua harus fokus melayani dengan baik,” ucap Bupati Rober.
Direktur RSUD Karanganyar Arif Setyoko menambahkan pada tahap awal, instalasi hemodialisis ini menyediakan lima tempat tidur (bed). Dengan sistem pelayanan dua shift dan durasi sekitar lima jam per pasien, layanan ini mampu melayani hingga 10 pasien setiap hari.
“Sistem pelayanan dua shift dan durasi sekitar lima jam per pasien, layanan ini mampu melayani hingga 10 pasien setiap hari,” imbuhnya.
Selain sarana, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian diantaranya memastikan tenaga medis sudah siap bertugas dan akan dilakukan penambahan SDM maupun alat apabila dibutuhkan ke depan.
“SDM sudah siap. Kalau nanti ada kekurangan, kami juga siap menambah, termasuk dari sisi alat,” lanjutnya.
Dari sisi pembiayaan, layanan hemodialisa ini telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu memikirkan biaya perawatan karena seluruh layanan telah terjamin melalui BPJS.
“Meski nota kesepahaman telah rampung sejak Desember, layanan ini secara resmi mulai aktif dan dapat dimanfaatkan masyarakat sejak Januari 2026,” paparnya.
Arif menambahkan layanan hemodialisa ini diprioritaskan untuk masyarakat Karanganyar agar akses pengobatan menjadi lebih dekat dan mudah.
Pada tahap awal operasional, fasilitas hemodialisa ini dilengkapi dengan lima unit tempat tidur. Dengan durasi pelayanan sekitar lima jam per pasien, layanan dapat berjalan dalam dua shift setiap hari.
“Sehingga dalam sehari mampu melayani hingga sepuluh pasien. Apabila kebutuhan terus meningkat, penambahan alat dan fasilitas pendukung telah disiapkan,” pungkasnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.