SOLO, HARIANKOTA.COM- Tim Bengawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus menunjukkan kiprahnya sebagai wadah pengembangan teknologi kendaraan berbasis riset mahasiswa.
Organisasi ini menaungi sejumlah sub-tim, di antaranya Bengawan Formula Student, Mobil Hemat Energi, dan Unmanned Vehicles, yang aktif mengikuti kompetisi nasional hingga internasional.
Ketua Tim Bengawan UNS, Farhan Malique Azhari, mengatakan tim tersebut dibentuk sebagai ruang belajar di luar perkuliahan.
“Tim Bengawan UNS berdiri sejak 2016 dari semangat mahasiswa yang ingin menghasilkan karya rekayasa kendaraan yang bisa diuji di ajang nasional maupun internasional,”ujarnya.
Seiring waktu, Tim Bengawan berkembang menjadi organisasi lintas fakultas dengan dukungan dosen pembimbing dan pihak kampus. Fokus pengembangan meliputi mobil formula, kendaraan hemat energi, serta kendaraan tanpa awak.
Farhan menegaskan, orientasi tim tidak semata mengejar prestasi lomba.
“Yang paling penting adalah proses belajarnya, mulai dari perancangan, manufaktur, manajemen tim, sampai kemampuan bekerja di bawah tekanan,” katanya.
Saat ini, Tim Bengawan UNS didukung sekitar 140 anggota aktif dari berbagai latar belakang keilmuan. Menurut Farhan, keberagaman tersebut menjadi kekuatan utama tim.
“Inovasi teknologi tidak hanya soal teknis, tetapi juga manajemen, publikasi, dan jejaring kerja sama,” ucapnya.
Selain mengikuti kompetisi seperti Formula SAE, Shell Eco-Marathon, dan Kontes Mobil Hemat Energi, Tim Bengawan UNS juga rutin menggelar peluncuran prototipe, pameran teknologi, serta workshop pengembangan kapasitas anggota.
“Kegiatan non-kompetisi penting untuk membangun budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan,”kata Farhan.
Ia berharap karya Tim Bengawan tidak berhenti di arena lomba.
“Kami ingin hasil riset ini bisa menginspirasi mahasiswa lain dan berkontribusi pada pengembangan teknologi ramah lingkungan di Indonesia,”pungkasnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.