Polda Jateng Latih Anggota untuk Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Antisipasi bencana Hidrometeorologi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dilakukan Polda Jawa Tengah dengan menggelar Latihan Manajemen Penanggulangan Bencana di Aula Wira Pratama I Polres Karanganyar.

chat_bubble_outline 0
Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Polda Jateng Gembleng Anggota di Polres Karanganyar (Foto: HARIANKOTA)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Antisipasi bencana Hidrometeorologi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dilakukan Polda Jawa Tengah dengan menggelar Latihan Manajemen Penanggulangan Bencana di Aula Wira Pratama I Polres Karanganyar.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang terjadi akibat fenomena cuaca ekstrem.

Banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, dan puting beliung termasuk dalam kategori ini. Indonesia, yang berada di daerah tropis, seringkali mengalami bencana-bencana ini, terutama saat cuaca ekstrem melanda.

Bahkan belum lama ini sejumlah wilayah. Terparah terjadi di Pulau Sumatera dan Aceh. Di Pulau Sumatera, misalnya, bencana tanah longsor dan banjir bandang telah terjadi. Hingga kini, upaya penanggulangan bencana terus dilakukan.

Latihan dipimpin Karoops Polda Jawa Tengah Kombes Pol Basya Radyananda, dengan peserta jajaran pimpinan Polres Karanganyar, Sragen, Wonogiri, dan Sukoharjo, serta para Kapolsek dari wilayah rawan seperti Tawangmangu, Jenawi, dan Ngargoyoso.

Dalam arahannya, Kombes Basya menegaskan kegiatan ini menjadi langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap meningkat saat masa Natal dan Tahun Baru di kawasan Solo Raya..

Ia mengatajan pentingnya memahami karakter ancaman di tiap wilayah agar penanganan bencana dapat dilakukan cepat dan tepat.

“Setiap daerah punya kerentanan berbeda, dan itu harus kita pahami bersama. Kita tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi benar-benar menyiapkan kemampuan menghadapi cuaca ekstrem,” ujar, Jumat (12/12/2025).

Ia memaparkan beberapa titik kerawanan di Solo Raya. Karanganyar memiliki risiko longsor tinggi terutama di lereng Lawu. Seperti di wilayah Sragen yanv sering menghadapi banjir dan angin puting beliung.

Begitu pula dengan Wonogiri. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Pacitan ini rawan longsor dan angin kencang, sementara Sukoharjo berpotensi banjir serta puting beliung.

“Agenda ini sejalan dengan amanat UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Perkap No. 17/2009 yang mengatur perlunya latihan pra-bencana bagi institusi negara, ” terangnya.

Ia berharap, dengan latihan ini, terbangun kesamaan pola pikir di antara para perwira, meningkatnya kepatuhan terhadap regulasi, serta kesiapan respons cepat saat situasi darurat.

“Kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan perayaan Nataru 2025–2026 agar berlangsung aman dan kondusif bagi masyarakat Jawa Tengah, ” jelasnya.

Wilayah Karanganyar sendiri, sebagian besar berada di lereng gunung Lawu. Pemkab Karanganyar melalui BPBD telah memetakan ada lima kecamatan yang rawan tanah longsor yakni di Kecamatan Jenawi, Ngargoyoso, Tawangmangu, Jatiyoso, serta Kecamatan Kerjo.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya