Karanganyar Terdepan di SGS 2025, Transaksi Tembus Rp570 Miliar Lebih dalam 10 Hari

Karanganyar catat transaksi tertinggi di SGS 2025, tembus Rp570 miliar dalam 10 hari. UMKM dan perbankan jadi penggerak utama. Iklim investasi makin menjanjikan

chat_bubble_outline 0
Caption foto: Ketua Bidang Investasi Aan Shopanudin didampingi Kepala Cabang Bank Jateng tengah paparkan capaian pemasukan di Soloraya Great Sale Karanganyar tertinggi sementara se Soloraya (Foto: HARIAN KOTA/Bramantyo)

KARANGANYAR, HARIANKOTA. COM – Gaung Solo Raya Great Sale (SGS) 2025 kian terasa di seluruh wilayah Solo Raya, namun Karanganyar tampil sebagai bintang utama. Dalam 10 hari pertama pelaksanaan, daerah ini mencatatkan rekor omzet tertinggi mencapai lebih dari Rp570 miliar, menjadikannya pemimpin dalam jumlah transaksi di antara kabupaten/kota peserta lainnya.

Ketua Bidang Investasi SGS Karanganyar, Aan Shopanudin, mengungkapkan bahwa raihan ini menjadi sinyal kuat bahwa geliat ekonomi lokal tengah bangkit dengan signifikan. Pihaknya menargetkan transaksi sebesar Rp2 triliun selama event berlangsung hingga akhir Juli.

“Angka ini sangat menggembirakan. Kami optimistis bukan hanya bisa mencapai target, tapi juga melampauinya. SGS bukan sekadar event promosi, ini gerakan ekonomi nyata,” jelas Aan pada Rabu (10/7/2025).

Lebih dari 2.000 tenant turut ambil bagian, mulai dari UMKM hingga sektor formal seperti perbankan. Menurut data panitia, lembaga keuangan menjadi penyumbang terbesar dalam total nilai transaksi sejauh ini.

Salah satu yang paling aktif adalah Bank Jateng Cabang Karanganyar. Kepala Cabang Heru Purnomo mengatakan pihaknya menggulirkan berbagai program menarik, termasuk kupon undian berhadiah bagi nasabah kredit.

“Kami ingin memberikan nilai lebih kepada masyarakat. Hadiah utama berupa mobil dan beberapa motor listrik sudah disiapkan untuk menyemarakkan SGS,” ujarnya.

Lonjakan transaksi ini juga memperkuat citra Karanganyar sebagai daerah yang ramah investasi. Dengan ekosistem UMKM yang berkembang pesat dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Karanganyar mulai dilirik banyak investor.

“Ini momentum penting. Kami mengundang para investor untuk tidak ragu menanamkan modal di sini. Perputaran uang yang tinggi menunjukkan potensi ekonomi Karanganyar sangat kuat,” tambah Aan.

Selain Karanganyar, SGS 2025 juga melibatkan wilayah lain seperti Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Sragen, dan Wonogiri. Namun sejauh ini, Karanganyar masih memimpin baik dari sisi jumlah peserta maupun nilai transaksi.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Pemkot Solo mengajak pelaku usaha memberikan data akurat dalam Sensus Ekonomi 2026. BPS Surakarta menerjunkan 362 petugas untuk pendataan hingga 31 Agustus 2026.

21 jam yang lalu