Hadiah Lego dari Presiden Prabowo Bikin Haru Bocah Diaspora di Rusia

Zhenya, bocah diaspora Indonesia di Rusia, menerima hadiah Lego dari Presiden Prabowo. Momen haru ini jadi simbol perhatian pemimpin terhadap warganya di luar negeri

chat_bubble_outline 0
Zhenya memeluk Lego pemberian Presiden Prabowo Subianto, hadiah kecil yang membekas dalam ingatan (Foto: tangkapan layar instagram @ambarruk2910)

RUSIA, HARIANKOTA.COM – Di tengah dinginnya udara Rusia dan padatnya agenda diplomatik, sebuah kisah sederhana tapi menghangatkan hati lahir dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan warga diaspora Indonesia.

Zhenya, bocah laki-laki keturunan Indonesia yang lahir dan besar di Rusia, tak pernah menyangka bahwa suaranya akan didengar langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Dalam sesi silaturahmi Presiden bersama masyarakat Indonesia di St. Petersburg, Zhenya memberanikan diri menyampaikan keinginannya—bukan permintaan besar, hanya sebuah Lego.

Tak ada protokoler, tak ada catatan resmi. Hanya suara tulus seorang anak kecil yang tak ingin dilupakan oleh tanah leluhurnya.

Namun siapa sangka, keesokan harinya, sebuah paket datang langsung ke tangan Zhenya. Di dalamnya, sebuah Lego baru, lengkap dengan label pengirim: Presiden Republik Indonesia.

Zhenya memeluk Lego pemberian Presiden Prabowo Subianto, hadiah kecil yang membekas dalam ingatan (Foto: tangkapan layar instagram @ambarruk2910)

Ibunya, Ambar Rukmi, WNI asal Solo yang telah lama tinggal di Rusia, mengabadikan momen itu lewat sebuah video. Dalam unggahan Instagram-nya, Sabtu (21/6/2025), Ambar menulis, “Ini bukan cuma mainan, ini adalah simbol kehangatan dan perhatian yang nyata dari pemimpin negara kami.”

Dalam video itu, Zhenya memeluk kotak hadiah sambil berteriak, “Lego from President!” Senyumnya tak bisa disembunyikan. Harunya begitu nyata. Ketika sang ibu bertanya, “You like it?” ia hanya mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca.

Kejadian ini menyentuh lebih dari sekadar keluarga kecil di perantauan. Ia menyentuh hati banyak orang: bahwa seorang pemimpin bisa hadir dalam bentuk paling manusiawi—menjawab suara jujur seorang anak kecil di negeri jauh.

“Semoga ini menjadi awal kecintaan Zhenya terhadap Indonesia, tanah leluhur yang ia kenal dari cerita dan cinta ibunya,” ujar Ambar.

Kisah ini menjadi catatan hangat dalam perjalanan kenegaraan Presiden Prabowo—bahwa pemimpin tak hanya dikenang lewat kebijakan dan pidato, tapi juga melalui sikap sederhana yang menyentuh nurani.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

1 hari yang lalu