236 Karyawan PT Kayaba Indonesia Mudik Bareng, Kemnaker: Semangat Kerja Bisa Bangkit Lagi

Kemnaker apresiasi mudik bersama PT Kayaba Indonesia. Program ini dinilai memperkuat hubungan industrial dan meningkatkan semangat kerja karyawan usai Lebaran

chat_bubble_outline 0
Kemnaker Mudik Bersama Bukan Beban, tapi Cara Jaga Produktivitas Pekerja (Foto: Ist/HARIANKOTA)

BEKASI, HARIANKOTA.COM – Tradisi mudik jelang Idulfitri yang difasilitasi perusahaan dinilai memiliki dampak lebih luas dari sekadar perjalanan pulang kampung.

Kementerian Ketenagakerjaan menilai program tersebut mampu memperkuat hubungan industrial sekaligus menjaga semangat kerja para karyawan setelah masa libur panjang.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri saat melepas keberangkatan peserta program mudik bersama yang digelar PT Kayaba Indonesia di kawasan Cikarang, Bekasi, Jumat (13/3/2026).

Menurut Putri, inisiatif perusahaan yang memfasilitasi perjalanan mudik bagi karyawan dan keluarganya patut diapresiasi karena mencerminkan praktik hubungan kerja yang sehat antara manajemen dan pekerja.

“Program seperti ini menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap pekerjanya. Ketika pekerja bisa pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman, mereka akan kembali bekerja dengan semangat baru,” ujarnya.

Ia menilai pekerja merupakan elemen vital dalam menjaga keberlangsungan usaha. Karena itu, dukungan perusahaan terhadap kebutuhan sosial pekerja, termasuk saat momentum mudik Lebaran, dapat berdampak langsung pada produktivitas setelah masa libur berakhir.

Putri menegaskan, kegiatan mudik bersama tidak seharusnya dipandang sebagai beban tambahan bagi perusahaan. Sebaliknya, program tersebut bisa diposisikan sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga kesejahteraan dan loyalitas pekerja.

“Pemerintah memang tidak memberikan bantuan anggaran secara langsung. Namun kami mendorong perusahaan untuk mencari skema kolaborasi agar program seperti ini tetap berjalan tanpa membebani satu pihak,” katanya.

Pada program mudik tahun ini, PT Kayaba Indonesia menjalankan pola kerja sama antara manajemen perusahaan, koperasi pekerja K5, serta dukungan lembaga keuangan seperti Bank Danamon. Kolaborasi tersebut dinilai mampu membagi beban pembiayaan secara lebih seimbang.

Selain aspek kesejahteraan pekerja, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada faktor keselamatan perjalanan. Melalui pengawasan dari unit terkait di Kemnaker, sejumlah pemeriksaan dilakukan sebelum armada diberangkatkan.

Petugas melakukan pengecekan kesehatan pengemudi utama, pengemudi cadangan, hingga kondektur. Di sisi lain, kondisi armada bus juga diuji untuk memastikan kelayakan operasional selama perjalanan jarak jauh.

“Kami ingin memastikan seluruh armada dan kru dalam kondisi prima. Tujuannya agar para pemudik bisa tiba di kampung halaman dengan selamat dan nantinya kembali bekerja dalam kondisi sehat,” jelas Putri.

Tahun ini, PT Kayaba Indonesia memberangkatkan sebanyak 236 pemudik yang terdiri dari karyawan beserta anggota keluarga. Mereka diberangkatkan menggunakan empat unit bus menuju sejumlah daerah tujuan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur PT Kayaba Indonesia, Baron Tanaka, mengatakan pihaknya berkomitmen mempertahankan program tersebut sebagai bentuk perhatian perusahaan kepada karyawan.

Ia juga mengingatkan para peserta mudik agar menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan serta tetap memperhatikan keselamatan di jalan.

“Kami berharap perjalanan mudik ini berjalan lancar. Para peserta juga kami minta saling mengingatkan pengemudi untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Baron.

Program mudik bersama seperti ini diharapkan dapat terus berkembang sebagai contoh praktik hubungan industrial yang positif di berbagai perusahaan.***

Tidak ada komentar

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

2 hari yang lalu