Tim Gabungan Turun Cari Pendaki Hilang di Mongkrang, Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan

Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu.

chat_bubble_outline 0
Tim relawan gabungan untuk pencarian pendaki hilang di Mongkrang

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, Tawangmangu.

Saat ini pencarian difokuskan dari titik terakhir korban terlihat atau Point Last Seen (PLS), dengan medan curam dan cuaca ekstrem menjadi kendala utama.

Koordinator Posko Operasi SAR, Yohan Tri Anggoro, mengatakan penyisiran dilakukan secara vertikal dari PLS berdasarkan keterangan sejumlah saksi.

“Untuk hari ini kita melakukan penyisiran dari PLS. Medannya memang curam, sehingga pencarian dilakukan secara vertikal,” kata Yohan

Ia menjelaskan, tim SAR juga menambah peralatan, termasuk tali dengan panjang lebih dari 50 meter, untuk menjangkau area-area yang sulit diakses.

“Kami menambahkan dorongan peralatan lagi karena tali 50 meter masih kurang. Jadi ditambahkan peralatan yang lebih lengkap,” ujarnya.

Area pencarian diperluas ke sejumlah titik, mulai dari kawasan Jablok hingga wilayah Sekipan. Total terdapat sembilan tim yang dikerahkan dalam operasi pencarian tersebut.

“Untuk penyisiran, ada kurang lebih sembilan tim yang sudah digerakkan dan disebar di beberapa titik,” jelas Yohan.

Namun, pencarian menggunakan drone belum dapat berjalan maksimal akibat kondisi cuaca. Angin kencang dan kabut tebal membuat pengoperasian drone beberapa kali tertunda.

“Di atas angin sangat kencang. Harapannya siang drone sudah selesai melakukan pencarian, tapi karena cuaca berubah-ubah, kita maksimalkan sampai sore,” katanya.

Tim SAR sejatinya telah bersiap sejak pukul 07.00 WIB, namun keberangkatan baru dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB setelah kondisi cuaca memungkinkan.

“Kendalanya medan yang sangat curam dari PLS, luasnya area pencarian, dan cuaca yang berubah-ubah,” imbuhnya.

Yohan menambahkan, banyak kemungkinan yang bisa terjadi pada korban, termasuk terpeleset di jalur licin atau berada di area blank spot. Vegetasi yang tinggi juga membatasi jarak pandang tim di lapangan.

“Vegetasi di sini sangat tinggi, jadi jarak pandang terbatas. Pencarian tetap difokuskan di titik-titik yang dicurigai sampai benar-benar clear,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya