Solo Raya Didorong Jadi Lokomotif Ekonomi Baru Jawa Tengah

Kadin inisiasi Aglomerasi, Solo Raya diproyeksikan jadi basis ekonomi baru

chat_bubble_outline 0
Gubernur Jateng memberikan sambutan dalam Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di The Sunan Hotel, Surakarta, Rabu (4/2/2026).

SOLO,HARIANKOTA.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo Raya menginisiasi pengembangan aglomerasi ekonomi wilayah dengan menjadikan Solo Raya sebagai pilot project ekonomi baru di Jawa Tengah.

Skema ini dirancang untuk menyatukan seluruh potensi daerah tanpa membebani pemerintah kabupaten/kota secara langsung.

Inisiatif tersebut menempatkan Bakorwil Solo Raya sebagai sentral pengembangan, sejalan dengan peran baru Bakorwil sebagai perpanjangan tangan Gubernur Jawa Tengah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menjelaskan, konsep aglomerasi ini tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi fokus pada penyatuan kekuatan ekonomi regional melalui satu hub bersama, yakni In-Solo, sebagai titik tolak pengembangan.

“Solo Raya akan menjadi basis ekonomi baru pertama. Dari sini, modelnya nanti bisa dikembangkan ke wilayah lain seperti Pekalongan Raya, Kedu Raya, hingga Banyumas Raya,” ujarnya usai kegiatan Outlook Ekonomi Soloraya 2026, di The Sunan Hotel, Surakarta, Rabu (4/2/2026).

Dalam implementasinya, Bakorwil berperan sebagai pusat koordinasi, sementara masing-masing daerah tetap berjalan dengan Kadin dan staf ahli yang sudah dimiliki. Dengan skema ini, kepala daerah tidak perlu terlibat langsung dalam teknis awal pengembangan.

“Kita siapkan Bakorwil sebagai sentral aglomerasi. Nantinya seluruh Kadin di Solo Raya bisa difasilitasi di sana untuk merumuskan pengembangan ekonomi baru,” lanjutnya.

Sebagai langkah konkret, lokasi pertemuan dan kajian telah disiapkan di kawasan Gladhag, Kota Solo. Sejumlah akademisi juga akan dilibatkan untuk mengkaji konsep dan merumuskan arah pengembangan agar berbasis data dan berkelanjutan.

Melalui model aglomerasi ini, diharapkan Solo Raya mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi kawasan yang terintegrasi, kolaboratif, dan dapat direplikasi di wilayah lain di Jawa Tengah.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya