BANDAR LAMPUNG, HARIANKOTA.COM – Slank kembali menunjukkan bahwa panggung musik bisa menjadi ruang solidaritas. Lewat konser “Slank x HS: Berani Kita Beda” di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu malam (17/1/2026), band legendaris ini menyalurkan donasi Rp500 juta untuk korban banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra.
Donasi tersebut berasal dari konser amal Slank yang sebelumnya digelar di Pantai Mertasari, Sanur, Bali, pada 27 Desember 2025. Selain penjualan tiket, dana bantuan juga dihimpun dari lelang barang pribadi personel Slank yang menjadi incaran Slankers.
Dalam lelang itu, Vespa milik Kaka Slank terjual seharga Rp110 juta, sementara gitar bas Ivanka dilepas dengan harga Rp50 juta.
Seluruh hasil lelang digabungkan dengan pendapatan konser untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh CEO Surya Group Muhammad Suryo kepada Distributor HS Sumatra Danang Setia di hadapan ribuan penonton.
“Semoga berkah dan bermanfaat untuk teman-teman di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujar Bimbim, menegaskan komitmen sosial Slank yang konsisten sejak awal karier mereka.
Usai prosesi penyerahan donasi, Slank langsung menggebrak panggung. Meski hujan deras mengguyur area konser, antusiasme penonton tak surut. Kaka membuka set dengan aksi tak biasa—naik ke atas panggung mengendarai Vespa—yang langsung disambut sorak panjang Slankers.
“Lampung apa kabar? Sudah lama Slank enggak main ke Lampung. Terima kasih sudah bertahan meski hujan,” kata Kaka dari atas panggung.
Setlist malam itu menjadi perjalanan lintas generasi.
Slank membawakan lagu-lagu seperti I Miss U But I Hate You, Mawar Merah, Terlalu Manis, Poppies Lane Memories, hingga nomor kritik sosial Seperti Para Koruptor dan Anak Mami. Konser ditutup dengan Ku Tak Bisa dan Kamu Harus Pulang, dinyanyikan bersama puluhan ribu penonton.
Atmosfer festival semakin lengkap dengan kehadiran para penampil pembuka, antara lain Shaggydog, Andika Kangen Band, Mahalara, Bang Taun, dan Threesixty, yang tampil bergantian sebelum Slank naik sebagai penutup.
Konser Slank x HS di Lampung bukan sekadar pertunjukan musik. Di tengah hujan, Slank dan Slankers merayakan kebersamaan, nostalgia, dan kepedulian—membuktikan bahwa rock tetap punya hati.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.