Siaga Menghadapi Musim Hujan, KAI Daop 6 Cek Perlintasan

21 Oktober 2022, 13:11 WIB

PT KAI cek kondisi rel/humas KAI

SOLO, Hariankota.com – Intensitas hujan yang cukup tinggi perlintasan kereta menjadi perhatian khusus KAI Daop 6 Yogyakarta. Salah satunya dengan melakukan pengawasan dan secara aktif di sepanjang perlintasan.

Manajer Humas KAI Daop 6, Franoto Wibowo, sampaikan jajaran Manajemen melaksanakan pengecekan lintas untuk memantau kesiapan SDM, kondisi prasarana, dan berbagai aspek yang berkaitan dengan keselamatan di seluruh wilayah kerja Daop 6 Yogyakarta.

“Memasuki musim hujan, Manajemean Daop 6 aktif melaksanakan pengecekan lintas dengan berbagai metode mulai dari berjalan kaki dari satu stasiun ke stasiun lainnya sampai dengan menggunakan kereta pemeriksaan khusus yang disebut dresin. Dalam kegiatan tersebut, Manajemen Daop 6 memeriksa kondisi jalur kereta termasuk kondisi rel, saluran air, dan pelayanan stasiun,” jelas Franoto dalam rilis tertulisnya, Jumat (21/10/2022).

Selanjutnya Franoto mengungkapkan bahwa pengecekan kondisi lintas secara berkala adalah upaya berkesinambungan untuk mengetahui berbagai risiko yang berkaitan dengan keselamatan perjalanan kereta api.

Selain itu, Franoto menambahkan bahwa di musim hujan, Daop 6 menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di beberapa stasiun yaitu di Stasiun Wates, Stasiun Patukan, dan Stasiun Purwosari. Menurut Franoto, AMUS dipersiapkan untuk penanganan darurat berbagai kondisi yang perlu segera diatasi. Selain AMUS, terdapat juga pemantauan ekstra jika kondisi hujan intesitasnya tinggi dan lama.

“Aspek keselamatan perjalanan kereta adalan hal utama dan sangat penting yang menjadi perhatian dan fokus operasional kereta api. Selain pemeriksaan oleh Manajemen, secara rutin, setiap hari ada Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) yang bertugas memeriksa dan mengecek kondisi jalur kereta api. Ada pun secara operasional, perjalanan kereta api selalu dipantau di Pusat Pengendalian Operasi yang akfif selama 24 jam memonitor semua aspek operasional perjalanan kereta api,” pungkas Franoto.

Berita Terkait