Rinto Subekti di Baturetno: Pancasila Bukan Sekadar Pilar, Tapi Fondasi Utama untuk Persatuan Bangsa

Rinto Subekti secara khusus menempatkan Pancasila sebagai inti dari seluruh pilar kebangsaan. Rinto mengajak masyarakat untuk tidak hanya memahami, tetapi menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup

chat_bubble_outline 0
Suasana saat Anggota MPR RI, Rinto Subekti di Wonogiri (Foto: Aya)

WONOGIRI, HARIANKOTA.COM – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sekaligus Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rinto Subekti, menegaskan bahwa penerapan Empat Pilar Kebangsaan dalam keseharian adalah kunci untuk memperkokoh keutuhan bangsa.

Penegasan ini disampaikan politisi Partai Demokrat Jawa Tengah itu dalam acara Sosialisasi Empat Pilar di Balai Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Selasa, (30/9/2025).

Dalam acara bertema “Aplikasikan 4 Pilar di Kehidupan Sehari-hari untuk Memperkokoh Persatuan Bangsa,” ini dihadiri oleh ratusan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga Baturetno.

Dalam paparannya, Rinto Subekti secara khusus menempatkan Pancasila sebagai inti dari seluruh pilar kebangsaan. Rinto mengajak masyarakat untuk tidak hanya memahami, tetapi menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup.

“Pancasila sebetulnya bukan sekadar tiang atau pilar, tapi adalah fondasi utama bangsa Indonesia,” tegas Rinto Subekti.

Rinto menekankan bahwa kesadaran akan pentingnya Empat Pilar—yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus menjadi tanggung jawab kolektif.

“Jika masyarakat paham dan sadar, maka sosialisasi empat pilar tidak hanya menjadi tanggung jawab MPR, namun menjadi tanggung jawab kita semua. Pembekalan dan pemahaman ini adalah pencegahan terbaik agar kita tidak mudah terbawa arus negatif globalisasi yang bisa mengurangi jiwa patriotisme dan nasionalisme,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rinto Subekti menyoroti bagaimana penerapan nilai-nilai luhur dapat dilakukan dalam interaksi sehari-hari, terutama dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika.

“Di tengah perbedaan suku, ras, dan pemahaman agama, kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan bangsa dan kerukunan. Perangkat desa, sebagai ujung tombak pemerintahan, punya andil besar untuk menjaga keharmonisan warganya,” jelasnya.

Ia berharap sosialisasi ini dapat menciptakan semangat bela negara dan cinta tanah air yang diwujudkan melalui hal-hal konkret, seperti mencintai produk dalam negeri dan menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal.

Tokoh Masyarakat sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Asrar, menyampaikan apresiasi kegiatan ini, karena menurutnya acara seperti ini sangat vital untuk membentengi masyarakat dari paham-paham sesat atau intoleransi.

“Kami berharap pesan Bapak Rinto Subekti dapat tersebar luas dan menjadi inspirasi bagi seluruh warga Wonogiri,” tandasnya.

Acara ditutup dengan komitmen bersama antara legislator dan masyarakat untuk terus mengamalkan Empat Pilar demi kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (aya).

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya