Pentas Politik, Pertarungan Caleg di Dapil Neraka Jawa Tengah IV

Riuh Pemilu 2024 tak cuma seputar capres-cawapres semata, tetapi juga bakal ada pertarungan sengit menanti para calon anggota legislatif (caleg) yang maju di tiap-tiap partai

chat_bubble_outline 0
Pemilu
Reaksi FX Rudy Soal Quick Count Prabowo Gibran Unggul di Solo: Tunggu Perhitungan KPU (Foto: ilustrado)

Pemilu 2019: 4 partai berhasil kirim caleg

Jika ditarik ke belakang, hasil Pemilu 2019 lalu menunjukkan ada tujuh caleg yang berhasil lolos ke DPR dari Dapil Jawa Tengah IV. PDIP satu-satunya partai yang mampu mengirimkan 4 kader erbaiknya ke Senayan.

Sementara itu, Golkar, PKB, PKS cuma mampu menempatkan satu kadernya. Mereka adalah yang lolos dari PDIP yakni Bambang Wuryanto, Agustina Wilujeng, Dolfie Othniel Frederic Palit dan Paryono.

Sementara dari PKS berhasil menempatkan Hamid Noor Yasin. PKB dalam pemilu 2019 lalu berhasil menempatkan Luluk Nur Hamidah. Dan Partai Golkar sendiri berhasil menempatkan Endang Maria Astuti.

Endang Maria Astuti sendiri tak bisa dianggap enteng. Meski pada pemilu 2019 lalu termasuk pendatang baru, namun Endang Maria Astuti mampu mendapatkan 76.723 suara mengalahkan Hajriyanto Tohari yang saat itu caleg petahana.

Sementara itu Gerindra, PAN, PPP, gagal mengantarkan calegnya ke Senayan pada 2019.

  1. Misi Caleg Perang di Dapil Neraka

Setiap caleg memiliki strategi politik untuk mendulang suara. Mulai rajin turun ke daerah hingga memasang baliho bergambar dirinya dengan beraneka ragam jargo yang diusungnya bila terpilih menjadi caleg di pemilu 2024.

Seperti yang dilakukan caleg dari partai Golkar Juliyatmono. Belum lengser dari jabatan Bupati Karanganyar, Juliyatmono mulai gencar mengampanyekan diri sebagai bakal calon (balon) anggota DPR RI.

Juliyatmono secara terang-terangan menyebut sebagai calon anggota DPR dari Partai Golkar di daerah pemilihan (Dapil) IV meliputi Wonogiri, Sragen dan Karanganyar.

Juliyatmono menitipkan pesan kepada para kader yang hadir untuk mencoblos dirinya. “Saya titip nanti untuk pemilihan DPR RI Dapil Karanganyar Wonogiri dan Sragen ada nama Juliyatmono coblosen ya,” pinta Bupati Karanganyar ini disetiap kegiatannya.

Bahkan, Juliyatmono pun berjanji saat duduk di Senayan, dirinya masih tetap memikirkan Kabupaten yang pernah dipimpinnya ini selama 10 tahun. Karena itu, dirinya akan berjuang habis-habisan agar memperoleh suara banyak dan bisa duduk di Banggar DPR RI.

Masa jabatan Juliyatmono sebagai Bupati Karanganyar akan berakhir pada 15 Desember 2023. Namun karena maju sebagai Caleg DPR RI di Pemilu 2024, secara otomatis, pada 4 November 2023, Juliyatmono mundur dan dilanjutkan Wakil Bupati Rober Christanto hingga habis masa jabatan kedua pasangan ini.

Mengutip CNBC Indonesia, LPM FE UI, modal menjadi caleg cukup variatif. Modal caleg untuk menjadi anggota DPR RI wajah baru dan kebetulan tak memegang jabatan penting sebelum maju di pileg paling besar dibandingkan menjadi caleg DPRD atau DPRD kabupaten/kota.

Berikut rinciannya:

Calon anggota DPR RI: Rp 1,15 miliar – Rp 4,6 miliar
Calon anggota DPRD Provinsi: Rp 250 juta – Rp 500 juta

Sementara itu, Prajna Research Indonesia juga pernah melakukan penelitian soal modal menjadi caleg. Berikut rinciannya:

Calon anggota DPR RI: Rp 1 miliar – Rp 2 miliar.
Calon anggota DPRD Provinsi: Rp 500 juta – Rp 1 miliar
Calon anggota DPRD kabupaten/kota: Rp 250 juta – Rp 300 juta

Untuk apa saja modal caleg sebesar itu?

Selama masa kampanye, setidaknya caleg mengunjungi daerah pemilihan minimal 1 bulan sebanyak 2 kali.

Selama kegiatan tersebut, caleg akan mengeluarkan banyak biaya untuk kebutuhan transportasi, penginapan, makan, dan lain-lain yang jumlahnya bisa melebihi perencanaan pertama.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya