KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Setelah melalui proses pencarian panjang dan penuh tantangan, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan pendaki bernama Yasid Ahmad Firdaus yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, sejak 18 Januari 2026.
Korban ditemukan pada Selasa (10/2/2026) pagi sekitar pukul 08.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Informasi tersebut diterima posko SAR setelah tim di lapangan memastikan lokasi dan kondisi korban.
Kepala Kantor Basarnas Surakarta, Kamal Riswandi, menjelaskan bahwa jasad Yasid ditemukan di area Bukit Mongkrang, sisi selatan gunung.
“Alhamdulillah, pagi ini kami menerima laporan dari tim SAR gabungan bahwa survivor ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Kamal kepada wartawan.
Berdasarkan data koordinat, lokasi penemuan berada di 07°41’00” Lintang Selatan dan 111°10’30” Bujur Timur, yang masih termasuk kawasan Gunung Mongkrang.
Kamal menambahkan, proses evakuasi dilakukan melalui jalur Beruk, yakni jalur sungai di bawah Gunung Mongkrang. Jalur tersebut dipilih karena dinilai lebih aman dibandingkan jalur utama pendakian yang memiliki medan curam dan berisiko tinggi.
“Evakuasi dilakukan mengikuti jalur sungai menuju wilayah Beruk karena kondisinya lebih landai. Jalur utama Mongkrang terlalu terjal untuk evakuasi,” jelasnya.
Setelah berhasil dibawa turun, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Karanganyar guna menjalani pemeriksaan medis dan proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis serta kepolisian.
Dalam operasi pencarian dan evakuasi ini, sekitar 50 personel SAR gabungan diterjunkan. Dari jumlah tersebut, 15 personel tergabung dalam tim inti yang bergerak langsung di lokasi penemuan.
Medan yang berat dan akses terbatas membuat proses evakuasi memakan waktu cukup lama. Tim memperkirakan jenazah baru tiba di bawah sekitar pukul 18.00 WIB.
Diketahui sebelumnya, operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada hari ke-13 setelah dilakukan evaluasi menyeluruh. Penghentian sementara ini disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti cuaca ekstrem serta laporan turunnya satwa liar dari kawasan hutan ke permukiman warga.
“Kami mempertimbangkan keselamatan tim dan masyarakat. Selain itu, habitat satwa liar juga terganggu. Atas rekomendasi Tahura dan pengelola kawasan Mongkrang, pencarian diistirahatkan sementara selama satu minggu,” ungkap Kamal.
Selanjutnya pencarian Yazid dilakukan secara mandiri dengan tim yang lebih kecil. Setelah evaluasi ulang dan penyisiran kembali dilakukan korban akhirnya berhasil ditemukan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut.


Tidak ada komentar