KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menerima ubo rampe tradisi Labuhan Lawu dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (19/1/2026).
Ubo rampe tersebut diserahkan langsung oleh utusan dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Rinta Iswara, kepada Bupati Karanganyar Rober Christanto yang didampingi Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana.
Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan tradisi Labuhan Lawu yang digelar atas dhawuh Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Acara diawali dengan penyampaian tapa asma oleh Raden Ajeng Tumenggung selaku perwakilan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Dalam penyampaiannya, utusan Keraton menyampaikan amanah terkait pelaksanaan tradisi Labuhan Lawu sebagai warisan budaya leluhur yang sarat nilai spiritual dan kearifan lokal.
Bupati Karanganyar Rober Christanto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kepada Pemkab Karanganyar dalam mendukung kelestarian tradisi tersebut.
Ia menegaskan bahwa Gunung Lawu memiliki nilai historis dan kultural yang sangat penting bagi masyarakat Jawa.
“Gunung Lawu bukan hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menyimpan jejak sejarah penting, termasuk peristiwa Perjanjian Giyanti,” ujar Bupati.
Memasuki acara inti, dilakukan prosesi serah terima ubo rampe Labuhan Lawu dari utusan Keraton kepada Bupati Karanganyar. Selanjutnya, ubo rampe tersebut diserahkan kepada Juru Kunci Gunung Lawu untuk digunakan dalam pelaksanaan upacara Labuhan Lawu di Puncak Hargo Dalem, Gunung Lawu.
Tradisi Labuhan Lawu merupakan wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus simbol komitmen menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya.
Selama ini, tradisi tersebut terus dijaga dan dilestarikan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bersama masyarakat sekitar Gunung Lawu.
Pemkab Karanganyar berharap tradisi Labuhan Lawu dapat terus lestari dan dikembangkan sebagai agenda budaya tahunan yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata budaya di wilayah Karanganyar.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.