Pelayanan Wisata Religi di Candi Cetho Akan Dibenahi, Dinas Pariwisata Siapkan Edukasi Sesuai SOP

Dinas Pariwisata Karanganyar akan membenahi pelayanan di kawasan wisata religi.

chat_bubble_outline 0
Kepala Disparpora Karanganyar siap benahi l kualitas pelayanan di kawasan wisata

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Pelayanan di destinasi wisata religi seperti Candi Cetho menjadi sorotan setelah adanya masukan dari tokoh agama Hindu asal Bali.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pariwisata berkomitmen melakukan pembenahan, khususnya terkait standar operasional prosedur (SOP) dalam melayani umat yang beribadah.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar Yopi Eko Jati Wibowo mengungkapkan, kunjungan tokoh agama dari Ubud, Bali, menjadi momentum penting untuk belajar langsung mengenai tata cara pelayanan ibadah umat Hindu yang sesuai standar.

Menurutnya, Karanganyar memiliki potensi besar sebagai tujuan wisata religi bagi umat Hindu, dengan keberadaan sejumlah situs seperti Candi Cetho, Candi Sukuh, hingga Pura Pamecekan.

Namun, pengelolaan dan pelayanan dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu menarik lebih banyak kunjungan, khususnya dari Bali.

“Secara potensi kita punya, tapi dari sisi manajemen dan pemahaman SOP masih perlu diperbaiki,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Salah satu catatan penting adalah etika pelayanan di wisata religi.  Masih ditemukan terkait aktivitas pedagang yang menawarkan suvenir di waktu yang tidak tepat, sehingga mengganggu kekhusyukan.

“Harus lebih diperhatikan ke cara komunikasi dan pelayanan. Saat umat sedang beribadah, seharusnya tidak diganggu dengan aktivitas jualan,” jelasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pariwisata akan segera menerjunkan tim ke lokasi untuk memberikan edukasi kepada para pelaku wisata, termasuk pedagang dan petugas setempat. Pendekatan yang dilakukan tidak bersifat represif.

“Kami akan melakukan pembenahan, dilakukan melalui edukasi bertahap,” katanya.

Ke depan, Pemkab Karanganyar juga membuka peluang untuk mengirim pelaku wisata lokal melakukan studi banding ke Bali guna mempelajari langsung sistem pengelolaan dan pelayanan wisata religi yang lebih baik.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga citra pariwisata Karanganyar, sehingga menjadi destinasi yang nyaman bagi wisata religi di Karanganyar.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya