WHO
Serangan ini mendatangkan kecaman dari Organisasi Kesehatan Internasional (WHO). Petugas darurat senior WHO mengaku masih terus mencoba berkomunikasi dengan RS Indonesia, menyusul laporan pemboman dan tembakan.
“Kami mencoba menghubungkan jalur komunikasi ke rumah sakit untuk mengetahui status pasien,” terangnya dalam konferensi pers di PBB dari Gaza, dikutip HARIANKOTA.COM.
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku terkejut dengan serangan ini. Ia mengatakan seharusnya hal tersebut tidak terjadi.
“Petugas kesehatan dan warga sipil tidak boleh mengalami kengerian seperti itu, terutama saat berada di dalam rumah sakit,” tambahnya di akun media sosial X.
Sementara itu berdasarkan laporan Al-Jazeera, RS Indonesia penuh dengan 6.000 orang. Termasuk staf dan dokter hingga 700 pasien berlindung di dalamnya.
Seperti diketahui RS Indonesia diserang Israel sejak Senin pagi. Warga yang hendak keluar ditembaki dan tank-tank militer merapat ke fasilitas itu.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.