KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan sangat besar, dengan wilayah Jawa Tengah menjadi salah satu jalur utama yang akan dilalui para pemudik.
Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mengatakan pemerintah bersama berbagai pihak telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik Lebaran.
Menurutnya, kesiapan tersebut mencakup ketersediaan bahan bakar, listrik, gas LPG hingga stok pangan agar kebutuhan masyarakat selama mudik dan Lebaran tetap terpenuhi.
“Persiapan BBM berdasarkan laporan dari Pertamina siap. Listrik dari PLN juga aman, LPG tersedia, dan stok pangan masih cukup,” ujar Sumanto, Jumat (14/3/2026).
Ia menjelaskan, Jawa Tengah memiliki posisi strategis karena menjadi jalur penghubung utama pemudik yang menuju berbagai daerah di Pulau Jawa, termasuk ke wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain itu, pemerintah provinsi juga telah berkoordinasi dengan para kepala daerah di kabupaten dan kota untuk memastikan pelayanan kepada para pemudik berjalan maksimal.
“Pemerintah sudah rapat dengan para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah. Dari hasil laporan, semua siap memfasilitasi para pemudik yang akan melintas maupun yang pulang ke daerahnya,” jelasnya.
Di sektor infrastruktur, Sumanto menyebutkan perbaikan jalan provinsi di Jawa Tengah telah mencapai sekitar 90 persen. Pekerjaan tersebut difokuskan pada penutupan lubang serta perataan permukaan jalan guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Meski demikian, ia menegaskan masih ada sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota.
Karena itu, daerah diminta segera melakukan penanganan sementara jika masih terdapat kerusakan jalan.
“Kalau belum bisa dilakukan proyek perbaikan secara permanen, minimal ditambal dulu supaya tidak membahayakan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan,” katanya.
Selain kesiapan infrastruktur, pemerintah juga mengantisipasi potensi bencana alam di sejumlah daerah rawan, seperti Demak, Pati, Banjarnegara, dan Cilacap yang memiliki potensi pergerakan tanah maupun bencana alam lainnya.
Langkah mitigasi terus dilakukan agar masyarakat tetap bisa menjalani mudik dan merayakan Lebaran dengan aman.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga diminta menyiapkan berbagai destinasi wisata untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan selama libur Lebaran.
Setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah diharapkan mempersiapkan objek wisata dengan baik, karena momen libur Lebaran juga menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan daerah.
“Setiap daerah punya potensi wisata, termasuk di Karanganyar. Ini momentum bagi daerah untuk mempersiapkan dengan baik agar masyarakat bisa berwisata sekaligus meningkatkan pendapatan daerah,” pungkas Sumanto.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.