Momen Lucu Saat Atlet Filipina ‘Transaksi’ Cendera mata ASEAN Paragames 2022

Foto : Media Center APG 2022

5 Agustus 2022, 14:34 WIB

Hariankota com – Saat jeda bertanding, beberapa atlet Paracatur Filipina terlihat melakukan tawar menawar harga untuk membeli cendera mata.

Mereka meminta diskon hingga 50 persen dari berbagai harga produk yang disampaikan sang penjual. Saking serunya, dua atlet Filipina yang berada di lobi turut menghampiri stan dan membantu Rodolfo menawan.

Tapi, penjaga stan yang kemudian diketahui bernama Dewi Ratnasari tidak gentar dan barang dagangannya tetap laku terjual dengan harga sebagaimana mestinya.

Ditemui seusai transaksi, Dewi menjelaskan dagangannya tidak biasa karena barang-barang kerajinan tangan dari kayu yang beberapa di antaranya bisa bersinar di dalam gelap. Untuk harganya berkisar dari Rp8.500 hingga Rp79.000 dan sudah cukup banyak yang laku terjual, khususnya tempat minum atau thumbler.

“Kami sudah buka sejak tanggal 26 Juli atau sebelum upacara pembukaan ASEAN Paragames, di sini menjual berbagai hampers dengan bahan utama kayu dan respons pengunjungnya juga cukup bagus,” kata Dewi.

“Kebanyakan yang mampir ke sini dan tertarik beli berasal dari Filipina dan Indonesia. Mereka tetap ramah meskipun tadi sempat menawar harga. Seru juga sih bagi saya yang bahasa Inggris-nya tidak lancar,” tambahnya.

Sementara itu, Rodolfo sempat berbincang terlebih dahulu dengan tim jurnalis media center APG 2022 ketika tawar menawar itu berlangsung. Meski berharap bisa menemukan harga cendera mata yang lebih murah, dia tetap antusias menjadi salah satu atlet yang berkompetisi di ASEAN Paragames Solo 2022.

“Barang-barang cendera mata ini oke dan bagus. Tapi kita masih berusaha membuatnya agar lebih murah,” kata Rodolfo sambil tertawa.

Rodolfo lantas memberi nilai sangat bagus ketika ditanya pendapatnya tentang Solo sebagai tuan rumah ASEAN Paragames. Namun sayangnya, dia belum bisa berkeliling mengunjungi tempat-tempat menarik di Kota Batik karena masih memiliki agenda bertanding di nomor catur cepat.

Setelah itu, Rodolfo mengaku terkesima dengan fasilitas para penyandang disabilitas yang tersedia di hotel dan mengatakan bahwa makanan Indonesia memiliki banyak kesamaan rasa dengan di Filipina.

“Kami mengonsumsi makanan yang kalian makan juga. Makanan Indonesia dan Filipina memiliki kesamaan, tapi mungkin lebih pedas saja di sini. Kalau soal Fasilitas di sini sangat oke. Kami menikmati tinggal di sini,” pungkas Rodolfo.

Berita Terkait