Koperasi UMKM Oleh-Oleh Karanganyar Resmi Berdiri, Siap Dongkrak Pariwisata dan Produk Lokal

120 UMKM Karanganyar bentuk koperasi untuk perkuat daya saing produk lokal dan dorong pariwisata. Target rilis 144 produk premium Juli 2025

chat_bubble_outline 0
"Para pelaku UMKM Karanganyar saat meresmikan Koperasi Masyarakat Wisata Karanganyar, Selasa (29/4). Koperasi ini dibentuk untuk memperkuat produk lokal dan mendukung sektor pariwisata daerah (Foto: HARIANKOTA/Muhammad Bramantyo)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Sebuah langkah strategis diambil oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Karanganyar.

Sebanyak 120 pelaku usaha di sektor oleh-oleh resmi mendirikan koperasi untuk memperkuat daya saing produk lokal dan mendukung perkembangan pariwisata daerah.

Koperasi yang diberi nama Koperasi Masyarakat Wisata Karanganyar ini dipimpin oleh Sudrajat, yang mengungkapkan bahwa seluruh anggotanya merupakan pelaku usaha dari berbagai bidang, termasuk kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk batik.

“Melalui koperasi ini, kami ingin mendorong peningkatan kualitas kemasan dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM,” jelas Sudrajat saat peresmian koperasi pada Selasa (29/4/2025).

Saat ini, koperasi masih berfokus pada UMKM yang tergabung di sentra oleh-oleh Makuto Romo.

Namun, dalam waktu dekat, jangkauan koperasi akan diperluas hingga mencakup pelaku usaha di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar.

Menurut Dewan Pengawas koperasi, Parmin Sastro Wijono, Makuto Romo saat ini menjadi pusat oleh-oleh terbesar di Karanganyar dengan lebih dari 170 UMKM aktif dan ribuan produk unggulan.

“Pembentukan koperasi ini merupakan inisiatif murni dari para produsen yang telah lama menjadi tulang punggung ekonomi kreatif di Karanganyar,” kata Parmin, yang juga pemilik The Lawu Group.

Parmin menambahkan, koperasi dibangun atas tiga pilar utama: kolaborasi modal melalui simpanan anggota, kolaborasi produk dalam satu kemasan gabungan, serta kolaborasi pemasaran untuk memperluas jangkauan promosi secara kolektif.

Koperasi ini diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi berbasis gotong royong, selaras dengan program nasional Koperasi Merah Putih yang mendorong kebangkitan ekonomi desa.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

1 hari yang lalu