BANGLI, HARIANKOTA.COM – Kawasan Dermaga Kedisan di Kintamani, Bangli, belakangan ramai diperbincangkan komunitas pecinta anjing.
Bukan tanpa alasan, puluhan anjing Kintamani dengan karakter khas pegunungan Bali tampil dalam kontes tahunan yang digelar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli.
Ajang tersebut sukses menarik perhatian peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya dari Bali, komunitas pecinta anjing juga datang dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya hingga Malang.
Suasana di tepi Danau Batur pun berubah semarak. Pengunjung memadati area kontes untuk menyaksikan langsung penampilan anjing Kintamani yang dikenal memiliki bulu tebal, telinga tegak dan karakter aktif.
Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan pemilihan lokasi di Dermaga Kedisan sengaja dilakukan untuk mendekatkan ajang tersebut dengan habitat asli anjing Kintamani di kawasan pegunungan Batur.
Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata Kintamani kepada masyarakat luas.
“Kontes ini menjadi bagian dari promosi wisata sekaligus upaya menjaga keberadaan anjing Kintamani sebagai ras asli Bali,” ujarnya.
Dalam kontes tersebut, peserta menampilkan anjing terbaik mereka di berbagai kategori penilaian. Mulai dari struktur tubuh, kesehatan, karakter hingga kemurnian ras menjadi perhatian dewan juri.
Anjing Kintamani sendiri merupakan salah satu ras anjing lokal Indonesia yang telah mendapat pengakuan internasional dari Federation Cynologique Internationale (FCI), organisasi dunia yang menaungi registrasi ras anjing.
Status tersebut menjadikan anjing Kintamani sebagai salah satu kekayaan hayati Bali yang harus dijaga keberlangsungannya. Pemerintah daerah bersama komunitas pecinta anjing terus mendorong pelestarian melalui kontes, pameran dan program pemuliaan secara rutin.
Menurut Wayan Sarma, kegiatan seperti ini penting untuk menjaga kualitas dan eksistensi anjing Kintamani agar tetap sesuai standar internasional.
Tak hanya soal pelestarian, kontes tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dari luar daerah ikut menggerakkan sektor penginapan, kuliner hingga UMKM di kawasan Kintamani.
Kini, Kontes Anjing Kintamani tidak hanya menjadi agenda komunitas pecinta hewan, tetapi juga berkembang sebagai daya tarik wisata baru yang memperkuat identitas Kintamani di mata wisatawan nasional.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.