Kera Liar Masuk Teras Rumah Warga Matesih Karanganyar, BPBD Imbau Cara Aman Mengusir Tanpa Kekerasan

Seekor kera liar masuk ke teras rumah warga di Matesih, Karanganyar. BPBD mengimbau masyarakat mengusir kera dengan cara aman tanpa kekerasan.

chat_bubble_outline 0
kera ekor panjang terlihat masuk di teras warga di Matesih, Karanganyar

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Seekor kera liar membuat resah warga di wilayah RT 03/RW X, Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026) pagi.

Primata berukuran cukup besar itu terlihat masuk hingga ke teras rumah milik Saiful.

Karena khawatir, Saiful memilih tetap berada di dalam rumah sambil mengabadikan keberadaan kera tersebut melalui kamera ponselnya. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno membenarkan pihaknya menerima laporan adanya kera liar yang masuk ke area rumah warga di Matesih.

“Benar, tadi ada laporan masuk. Ada kera liar masuk ke teras rumah warga,” ujar Hendro melalui pesan WhatsApp kepada HARIANKOTA.COM, Rabu (11/3/2026).

Menurut Hendro, wilayah Matesih berada di kawasan lereng Gunung Lawu yang masih memiliki banyak area kebun serta hutan. Kondisi tersebut memungkinkan satwa liar seperti kera turun hingga ke permukiman warga.

Meski tidak dilaporkan menyerang manusia, keberadaan kera tersebut tetap membuat sebagian warga, khususnya para ibu, merasa khawatir akan keselamatan anak-anak.

Untuk itu, BPBD Karanganyar mengimbau masyarakat agar mengusir kera liar dengan cara yang aman dan tidak melukai satwa tersebut.

“Metode sederhana namun dilakukan secara konsisten cukup efektif agar kera tidak kembali berkeliaran di sekitar rumah warga,” jelas Hendro.

Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan warga adalah tidak memberi makan kera liar. Kebiasaan memberi makan dapat membuat satwa tersebut kembali datang ke lokasi yang sama.

Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan beberapa cara sederhana untuk mengusir kera, seperti memanfaatkan aroma menyengat, suara keras, maupun benda-benda yang dapat mengejutkan hewan tersebut.

Misalnya dengan menggantung kapur barus atau terasi bakar yang dibungkus kain di pohon atau pagar kebun. Bau menyengat dari bahan tersebut diketahui dapat membuat kera enggan mendekat.

Warga juga dapat menggunakan efek suara untuk menakuti kera, seperti memukul kentongan, menggunakan meriam spirtus yang menghasilkan bunyi keras, atau mengarahkan ketapel ke tanah atau benda di sekitar kera agar mereka menjauh tanpa terluka.

“Cara lain yang cukup efektif adalah meletakkan ular mainan di area yang sering didatangi kera. Hewan primata biasanya menghindari predator sehingga benda menyerupai ular dapat membuat mereka menjauh,” tambahnya.

Selain itu, benda-benda mengkilap seperti CD bekas, pita reflektif, atau cermin kecil yang digantung dan bergerak tertiup angin juga dapat mengejutkan kera melalui pantulan cahaya.

Apabila kera sudah berada sangat dekat dengan rumah atau kebun, warga dapat menggunakan semprotan air bertekanan dari selang untuk mengusirnya.

Metode tradisional seperti membuat orang-orangan sawah juga dinilai masih cukup efektif untuk menakuti kera agar tidak mendekati lahan pertanian.

“Dengan menerapkan berbagai cara tersebut secara konsisten, diharapkan keberadaan kera liar di sekitar permukiman dapat dikendalikan tanpa harus melukai atau membahayakan satwa tersebut,” pungkas Hendro.

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

1 hari yang lalu