Kenapa Arab Saudi Tak Merayakan Maulid Nabi? Ternyata Ini Alasannya

Kenapa tidak ada Maulid di Arab Saudi? Sedangkan di beberapa negara muslim lainnya merayakan Maulid Nabi setiap tanggal 12 Rabiul Awal untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Termasuk di Indonesia.

chat_bubble_outline 0
Maulid Nabi
Khutbah Jumat kali ini mengakat tema Maulid Nabi, Kelahiran Sang Pembawa Rahmat Bagi Alam Semesta

Perayaan Maulid Nabi hanya bisa dilakukan di rumah-rumah atau gedung sewa bukan di masjid seperti di negara-negara berpenduduk mayoritas musli lainnya, termasuk Indonesia.

Hal ini sejalan dengan fatwa yang dikeluarkan Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh.

Pada dua tahun lalu beliau bilang memperingati hari kelahiran Rasullah adalah perbuatan berdosa, praktek takhayul dan bertentangan dengan ajaran Islam.

Menurut beliau peringatan maulid itu adalah bidah mulai berkembang di tiga abad pertama kemunculan Islam, saat para sahabat dan tabi’in masih hidup.

Kenapa negara Arab Saudi melarang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, karena sebagian besar ulama Arab Saudi seperti, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, berpendapat bahwa merayakan maulid bukanlah cara yang tepat untuk menunjukkan kecintaan pada Rasullah SAW.

Berbeda halnya dengan Ahlusunnah lebih mencintai Rasullah daripada ayah dan ibu mereka dan daripada diri mereka sendiri. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, merujuk pada sabda nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

”Tidaklah (sempurna) iman salah seorang diantara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia “.

Dan perkataan Kholifah yang kedua. “ Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri.“

Maka Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Tidak, demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, (tidak benar) sampai aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri. Ulama-ulama Saudi juga berkeyakinan bahwa seandainya Rasulullah mengajarkan untuk merayakan maulid ini, tentu kami akan merayakannya. Akan tetepi beliau tidak mengajarkannya tidak juga dari kalangan sahabat yang pernah merayakan maulid.

Secara umum, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak apa-apa dilakukan kapan saja. Akan lebih mengena, jika perayaan itu dilaukukan tepat pada bulan Rabiul Awal, karena Nabi dilahirkan pada bulan tersebut.

Seperti contoh, Nabi Muhammad pernah berpuasa hari Senin, menurut beliau berpuasa di hari Senin dikarenakan hari Senin hari kelahiran beliau.

Jadi sebagian ulama berpendapat bahwa merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tidak apa-apa, sebab nabi Muhammad SAW sendiri merayakan kelahirannya dengan berpuasa sunnah Senin. ***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya