KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Insiden kebakaran terjadi di Palur Plaza pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 12.35 WIB. Asap tebal yang mendadak menyelimuti area pusat perbelanjaan memicu kepanikan pengunjung yang langsung berhamburan keluar.
Berdasarkan informasi di lokasi, sumber api diduga berasal dari dapur salah satu gerai makanan, yakni Mr Steak yang berada di lantai dasar. Saat kejadian, aktivitas memasak tengah berlangsung sebelum api muncul dari peralatan dapur.
Sejumlah karyawan sempat melakukan upaya pemadaman awal. Api yang awalnya terlihat kecil coba dikendalikan menggunakan kain basah dan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, situasi justru berubah cepat ketika api tiba-tiba membesar.
“Awalnya apinya kecil, kami kira bisa langsung padam. Tapi setelah pakai APAR malah langsung membesar dan menyebar,” ujar Nuwrita, salah satu karyawan.
Kobaran api kemudian merambat ke area sekitar dapur dan memicu asap pekat yang menyebar ke berbagai sudut bangunan. Dalam waktu singkat, kondisi di dalam mal berubah tegang meski tidak dalam kondisi penuh pengunjung.
Pengumuman evakuasi segera disampaikan melalui pengeras suara. Para pengunjung yang berada di dalam gedung langsung bergegas keluar, termasuk dari lantai atas yang turun dengan cepat untuk menyelamatkan diri.
“Begitu asap mulai tebal, semua langsung keluar. Dari atas juga banyak yang turun cepat,” kata saksi lainnya.
Upaya pemadaman lanjutan oleh karyawan akhirnya dihentikan karena api terus membesar. Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan intensif.
Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat, diperkirakan sekitar 10 hingga 15 menit sejak proses pemadaman dimulai.
“Pemadam datang cepat, tidak lama kemudian api berhasil dikendalikan,” imbuh saksi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh pengunjung dan karyawan dilaporkan berhasil dievakuasi dengan aman.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada peralatan dapur, termasuk kemungkinan kesalahan dalam penggunaan APAR yang justru memperbesar kobaran api.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pengelola pusat perbelanjaan dan pelaku usaha kuliner untuk memastikan standar keselamatan kebakaran diterapkan dengan baik, termasuk prosedur penanganan darurat yang tepat guna mencegah risiko lebih besar.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.