KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mulai menggelar seleksi peserta pelatihan jungle rescue yang melibatkan ratusan relawan dari berbagai organisasi, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan penanganan kasus orang hilang di kawasan hutan dan pegunungan.
Kepala BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menyampaikan, kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas lembaga, mulai dari PMI, BAZNAS, hingga komunitas relawan di wilayah Karanganyar.
Tahap awal berupa screening peserta telah dilakukan dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 140 orang.
“Dari proses seleksi ini nantinya akan dipilih sekitar 70 sampai 80 peserta untuk mengikuti pelatihan intensif,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Pelatihan dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pembekalan teori akan digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) pada 25–26 April 2026.
Selanjutnya, peserta terpilih akan mengikuti pelatihan lapangan selama tiga hari pada 1–3 Mei 2026 di Dusun Tambak, Desa Berjo, Karanganyar.
Kegiatan tersebut rencananya akan ditutup langsung oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto, sekaligus menghadirkan perwakilan relawan dari seluruh wilayah untuk memperkuat sinergi kebencanaan.
Dalam pelaksanaannya, BPBD juga menggandeng sejumlah instruktur dari berbagai instansi, seperti BASARNAS Surakarta, PMI, serta unsur relawan BAZNAS.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan tim pencarian dan penyelamatan yang solid dan terlatih.
Pelatihan jungle rescue sendiri difokuskan pada kemampuan pencarian dan evakuasi korban di medan hutan maupun pegunungan. Materi yang diberikan mencakup navigasi darat menggunakan peta dan kompas, teknik pertolongan pertama, manajemen operasi pencarian, hingga simulasi evakuasi di medan sulit.
Selain itu, peserta juga akan dibekali teknik pencarian khusus, termasuk penggunaan metode Electronic Search and Rescue (ESAR), serta penanganan kondisi darurat seperti hipotermia.
Hendro menambahkan, pelatihan ini berangkat dari evaluasi sejumlah kejadian orang hilang di kawasan hutan, termasuk peristiwa di Gunung Mongkrang yang memakan waktu pencarian hingga lebih dari tiga minggu.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membentuk tim terpadu yang siap bergerak cepat dan terkoordinasi saat terjadi kasus orang hilang di hutan,” jelasnya.
Karanganyar sendiri memiliki banyak kawasan hutan dan jalur pendakian yang cukup aktif, seperti di wilayah Jenawi, Ngargoyoso, dan Tawangmangu. Kondisi ini menjadikan kesiapsiagaan tim penyelamat sebagai kebutuhan penting.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan memiliki kemampuan teknis dan mental yang mumpuni, sehingga proses pencarian dan evakuasi korban di medan ekstrem dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan aman.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.