Banjir Mendadak di Kedung Sriti, Tujuh Remaja Selamat Setelah Terjebak Arus Deras

Tujuh remaja berhasil diselamatkan dari arus deras di Air Terjun Kedung Sriti, Tawangmangu, Karanganyar, setelah hujan deras memicu banjir mendadak. Tim BPBD Karanganyar bergerak cepat mengevakuasi korban yang sempat terjebak di tengah sungai. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi wisatawan agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca di kawasan pegunungan

chat_bubble_outline 0
Air Terjun
Air Terjun

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Hujan deras di kawasan Gunung Lawu menyebabkan debit air di Air Terjun Kedung Sriti, Tawangmangu, meningkat tajam pada Rabu sore (5/11/2025). Akibatnya, tujuh remaja yang tengah berwisata nyaris terseret arus deras sebelum akhirnya berhasil dievakuasi petugas.

Peristiwa itu terjadi ketika para remaja sedang menikmati suasana di sekitar air terjun. Tak lama setelah hujan mengguyur deras, air sungai tiba-tiba meluap dan menutup jalur keluar menuju area aman.

“Air datang dengan cepat dari arah hulu, sehingga mereka tidak bisa menyeberang kembali,” kata Hendro Prayitno, Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, saat dikonfirmasi.

Tim gabungan dari BPBD, relawan SAR, dan warga sekitar segera dikerahkan begitu laporan diterima. Akses menuju lokasi sempat terhalang arus deras, sehingga petugas harus mencari jalur alternatif untuk menjangkau korban.

Evakuasi berlangsung dramatis selama hampir satu jam. Berkat kerja sama semua pihak, ketujuh remaja akhirnya berhasil diselamatkan tanpa cedera.

Mereka diketahui bernama Adhi Jaya, Moreno, Kezia, Kahfi, Safrizal, Weldan Engga, dan Fahri, yang berasal dari sejumlah daerah seperti Palur, Jepara, Solo, Boyolali, Jebres, dan Colomadu.

“Semua korban selamat. Mereka hanya sempat menggigil dan panik, tapi kondisinya stabil,” tambah Hendro.

Usai penyelamatan, seluruh korban dibawa ke posko untuk pemulihan. Setelah dipastikan sehat, mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

BPBD mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika berwisata ke kawasan alam, terutama di sekitar air terjun dan sungai yang berada di lereng pegunungan.

“Cuaca di sekitar Lawu cepat berubah. Begitu tanda hujan muncul, sebaiknya segera menepi atau meninggalkan lokasi wisata,” imbau Hendro.

Air Terjun Kedung Sriti, yang berada di bawah kawasan Pancot, Tawangmangu, memang menawarkan panorama alam menawan. Namun, peristiwa ini menjadi peringatan bahwa keindahan alam bisa berubah menjadi ancaman bila wisatawan mengabaikan kondisi cuaca.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

1 hari yang lalu