KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Program balik kerja gratis yang digelar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat pada arus balik Lebaran 2026.
Tingginya minat membuat kuota peserta di sejumlah daerah langsung habis hanya dalam waktu singkat setelah pendaftaran dibuka.
Pelepasan peserta dilakukan di kawasan De Colomadu, Karanganyar, Selasa (24/3/2026). Ratusan pemudik diberangkatkan menuju wilayah Jabodetabek sebagai bagian dari program kemaslahatan BPKH.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menjelaskan bahwa program ini telah memasuki tahun keempat pelaksanaan dan terus menunjukkan tren peningkatan peminat.
“Program balik kerja ini rutin kami selenggarakan setiap tahun dan sekarang sudah masuk tahun keempat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran program ini menjadi solusi atas terbatasnya layanan arus balik gratis yang selama ini masih kalah populer dibanding program mudik gratis.
“Selama ini masyarakat lebih banyak mengenal mudik gratis. Sementara program balik kerja gratis masih jarang, sehingga kami hadir untuk mengisi kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Dari empat kota penyelenggara, yakni Lampung, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya, wilayah Solo mencatat jumlah pendaftar tertinggi. Dari kuota 15 bus atau 675 kursi, jumlah pendaftar melonjak hingga lebih dari 11 ribu orang.
“Antusiasme di Solo sangat tinggi. Kuota 675 kursi, tetapi pendaftarnya mencapai lebih dari 11 ribu,” kata Sulistyowati.
Tingginya minat tersebut membuat seluruh kuota langsung terpenuhi hanya dalam hitungan jam sejak pendaftaran dibuka secara daring.
“Kami buka pagi hari, sore sudah penuh. Artinya masyarakat memang sudah menunggu program ini,” imbuhnya.
Program balik kerja gratis ini diperuntukkan bagi pekerja yang telah memiliki pekerjaan tetap di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setiap peserta diwajibkan melampirkan identitas kerja sebagai syarat utama pendaftaran.
Mayoritas peserta berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, mulai dari buruh pabrik, petugas kebersihan, hingga karyawan swasta.
Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari kota penyelenggara, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Sragen, Magetan, hingga wilayah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka memilih titik keberangkatan terdekat demi memanfaatkan fasilitas ini.
Bahkan, sejumlah peserta rela datang lebih awal dan bermalam di lokasi keberangkatan agar tidak kehabisan kuota.
Melihat tingginya animo masyarakat, BPKH berencana melakukan evaluasi untuk pengembangan program ke depan, baik dari sisi penambahan armada maupun perluasan kota penyelenggara.
“Ke depan akan kami evaluasi, apakah perlu penambahan kuota atau pembukaan kota baru,” ujar Sulistyowati.
Secara keseluruhan, program ini memberangkatkan sekitar 2.700 peserta dari empat kota pada tahun 2026. Program balik kerja gratis diharapkan terus menjadi solusi transportasi yang terjangkau bagi para pekerja setelah mudik Lebaran, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Tidak ada komentar