<!-
“Inovasi program kredit dan tabungan masyarakat harus terus dilakukan. Namun itu tidak berarti menahan kredit, hanya prinsip prudential banking perlu lebih teliti lagi, ” ujarnya.
Bagaimanapun keberadaan BDK yang kini berubah Namanya menjadi Bank Perekonomian Karanganyar tetap harus menjadi solusi untuk mendorong perekonomian rakyat. BDK hadir sebagai wakil pemerintah menggerakkan roda ekonomi rakyat.
Sementara itu, Dirut BDK DR Haryono menjelaskan saat ini asset yang telah dimiliki Bank Daerah Karanganyar mencapai Rp 600 miliar lebih, dengan dana masyarakat sudah hamper Rp 400 miliar, serta kredit di atas Rp 410 miliar. Dengan kinerja itu BDK mampu menyetor ke kas daerah Rp 3,1 miliar.
‘’Tahun depan, hadiahnya akan kami tingkatkan lagi. Mobil brio jadi tiga mobil, dua Honda Brio dan satu Toyota Agya. Untuk periode Januari – Juni diundi satu, dan periode kedua Juli – Desember dua mobil dan sepeda meningkat menjadi 17 buah unit,’’terangnya.
Dia tetap bertekad BDK menjadi penggerak ekonomi rakyat, hadir di saat bank – bank lain stop landing dan menjadi kehadiran pemerintah untuk menjadi motor penggerak perekonomian rakyat, dengan kinerja terbaik, Amanah, kerja tanpa diperintah, inovatif dan kreatif.
Sementara Pj bupati Timotius Suryadi mengatakan, pergerakan uang di Karanganyar setiap tahun mencapai Rp 43 triliun, di antaranya digerakkan perbankan, meski porsi terbesar tetap ekonomi rumah tangga yang 50 persen lebih total Groos Domestik Bruto (PDRB)-nya.
Karena itu keberadaan bank seperti BDK memiliki arti penting, menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat, dan dari dana perbankan itulah ekonomi berputar.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.