Tender Proyek Jalan di Karangasem Bali Sepi Peminat, Harga Material Jadi Pemicu

Empat proyek jalan prioritas di Karangasem belum bisa dikerjakan setelah tender gagal mendapat peserta. Pemkab kini mengevaluasi ulang anggaran proyek akibat kenaikan harga material.

chat_bubble_outline 0
Pekerja tengah terlihat mengerjakan peebaikan jalan (Foto: ilustrasi/HARIANKOTA)

KARANGASEM, HARIANKOTA.COM – Rencana percepatan pembangunan jalan di Kabupaten Karangasem belum berjalan mulus.

Empat paket pekerjaan yang masuk program prioritas pemerintah daerah terpaksa ditunda setelah proses pelelangan tidak menarik minat perusahaan konstruksi.

Nilai proyek yang belum menemukan pelaksana itu diperkirakan mendekati Rp10 miliar. Paket pekerjaan berada di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kubu, Bebandem, dan Rendang.

Situasi ini memunculkan tantangan baru bagi pemerintah daerah di tengah upaya memperbaiki infrastruktur jalan yang sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat.

Sejumlah pelaku jasa konstruksi disebut memilih tidak mengikuti tender karena menilai biaya pekerjaan sudah tidak sebanding dengan kondisi harga material saat ini.

Kenaikan harga bahan bangunan dalam beberapa bulan terakhir membuat kontraktor lebih berhati-hati mengambil proyek pemerintah.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Karangasem, I Wayan Artawan, mengatakan empat paket tersebut memang baru masuk tahap tender setelah sebelumnya tertunda proses pemeriksaan administrasi dan reviu internal.

Namun setelah proses lelang dibuka, tidak ada peserta yang mengirimkan penawaran.

Menurutnya, nilai proyek yang masih menggunakan standar harga lama menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya minat rekanan.

“Kontraktor kemungkinan masih menyesuaikan dengan kondisi harga material terbaru di lapangan,” ujarnya usai mendampingi kunjungan Bupati Karangasem ke sejumlah titik perbaikan jalan, Rabu (20/5/2026).

Pemerintah daerah kini menyiapkan langkah evaluasi dengan melakukan pengecekan ulang harga bahan konstruksi dan biaya pekerjaan terbaru. Hasil survei itu nantinya dipakai untuk menyusun kembali perhitungan anggaran proyek sebelum tender ulang dilakukan.

Pemkab Karangasem menargetkan proses penyesuaian tidak memakan waktu lama agar pekerjaan fisik tetap bisa dimulai tahun ini.

Jika revisi nilai proyek rampung, seluruh paket akan kembali dilelang dengan skema harga terbaru yang dianggap lebih realistis mengikuti kondisi pasar.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya