Desa Berjo Salurkan THR Rp500 Ribu untuk 1.446 KK, Bupati Karanganyar Apresiasi Semangat Gotong Royong

Desa Berjo Ngargoyoso menyalurkan THR pangan Rp500 ribu kepada 1.446 KK jelang Lebaran 2026. Bupati Karanganyar Rober Christanto apresiasi program kesejahteraan desa.

chat_bubble_outline 0
Bupati Rober secara simbolis serahkan programTHR untuk warga dari Pemerintah Desa Berjo

 

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM—Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, menyalurkan THR Desa Berjo 2026 berupa bantuan pangan senilai Rp500 ribu kepada 1.446 kepala keluarga (KK).

Penyaluran bantuan yang mengusung tema “Sejahtera Wargane, Gawe Tresno Desane” ini berlangsung selama dua hari dengan total anggaran Rp723.000.000.

Program ini mendapat apresiasi dari Bupati Karanganyar, Rober Christanto, karena dinilai konsisten mendorong kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan tersebut mendapat pujian langsung dari Bupati Karanganyar, Rober Christanto, saat melakukan kunjungan ke Desa Berjo.

Dalam kesempatan itu, Rober menilai tata kelola pendapatan desa dan BUMDes di Berjo berjalan sangat baik hingga mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ini luar biasa. Artinya pemerintah desa maupun BUMDes mampu mengelola pendapatan dengan baik. Dampaknya hari ini bisa dirasakan masyarakat, mulai dari program pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan,” ujarnya.

Salah satu capaian yang disorot adalah meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di Desa Berjo dengan Program Satu Rumah Satu Sarjana

Program pemberdayaan yang dijalankan disebut mampu mendorong lahirnya generasi sarjana dari desa tersebut.

Menurut Rober, optimalisasi potensi wilayah Berjo telah memberi motivasi bagi warga untuk meningkatkan pendidikan. Ia menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari peran kepala desa dan pengurus BUMDes dalam menggerakkan pembangunan berbasis potensi lokal.

“Siapa yang membawa dampak terbaik? Warga Desa Berjo sendiri, yang diinisiasi kepala desa dan pengurus BUMDes. Optimalisasi sumber daya manusia ini patut menjadi teladan,” katanya.

Ia berharap model pengelolaan seperti di Berjo bisa direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Karanganyar agar tercipta desa mandiri yang mampu menyejahterakan warganya.

Salurkan THR Rp500 Ribu untuk 1.445 KK

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Desa Berjo juga menyalurkan bantuan menjelang Idulfitri kepada seluruh kepala keluarga (KK). Total sebanyak 1.445 KK menerima bantuan sebesar Rp500 ribu per rumah.

Bantuan tersebut merupakan tahun kedua pelaksanaan program serupa, dengan nominal yang sama seperti tahun sebelumnya.

Kepala Desa Berjo menjelaskan, bantuan itu secara administratif masuk dalam pos bantuan pangan pada RAPBDes dan berkaitan dengan program ketahanan pangan desa.

“Ini rutin, sudah tahun kedua. Diberikan menjelang Lebaran agar bisa membantu kebutuhan masyarakat saat menyambut hari raya,” jelasnya.

Bantuan diberikan merata kepada seluruh KK tanpa terkecuali. Bahkan, apabila dalam satu rumah terdapat dua KK, maka masing-masing tetap mendapatkan bantuan.

Kebijakan tersebut, menurut pemerintah desa, mempertimbangkan beban sosial kemasyarakatan di tingkat RT maupun dusun yang umumnya dihitung per rumah tangga.

Rober Christanto menyatakan telah mengajak jajaran Dinas Pariwisata serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) untuk melihat langsung praktik pengelolaan di Berjo.

Ia berharap pola pembangunan berbasis optimalisasi potensi dan penguatan BUMDes ini dapat ditularkan ke seluruh desa di Karanganyar.

“Kalau semua desa bisa seperti ini, mandiri dan warganya sejahtera, maka pembangunan Kabupaten Karanganyar akan berjalan lancar,” tandasnya.

Keberhasilan Desa Berjo dinilai menjadi bukti bahwa pengelolaan dana desa yang transparan, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan SDM mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

14 jam yang lalu