WONOGIRI, HARIANKOTA.COM – Di sebuah gerai ritel di Pracimantoro, Wonogiri, puluhan ibu muda tampak antusias menggendong buah hati mereka.
Mereka datang bukan untuk berbelanja, melainkan mengikuti edukasi kesehatan balita yang memberi harapan baru bagi tumbuh kembang anak-anak desa.
Melalui program Edukasi Keluarga Balita, Alfamidi bekerja sama dengan Sari Husada menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi gizi bagi keluarga dengan anak usia dini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting dan kekurangan gizi, khususnya terkait pemenuhan zat besi pada balita.
Dalam suasana sederhana namun hangat, bidan desa memberikan penyuluhan bertema “Cegah Kekurangan Zat Besi pada Si Kecil, Dukung Jadi Generasi Maju”.
Para orang tua diajak memahami peran zat besi dalam mendukung kecerdasan, energi, dan pertumbuhan anak, disertai pemeriksaan kesehatan balita secara langsung.
Branch Manager Alfamidi Boyolali, Heribertus, menegaskan bahwa edukasi gizi menjadi kunci dalam membangun generasi sehat sejak dini.
“Stunting masih menjadi tantangan di Jawa Tengah. Melalui edukasi langsung dan intervensi sederhana, kami berharap orang tua semakin sadar pentingnya gizi seimbang untuk anak,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Tak hanya edukasi, kegiatan ini juga diiringi pemberian makanan tambahan bergizi serta susu sebagai dukungan nutrisi bagi balita. Ketua Posyandu setempat, Wahyuni, menilai kegiatan ini sangat membantu orang tua memahami kebutuhan gizi anak usia 1–5 tahun.
“Masih banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya zat besi. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat,” katanya.
Bagi Yani, salah satu peserta, kegiatan ini membuka wawasan baru. Ia mengaku baru memahami bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak mudah lelah, pucat, dan kurang aktif.
“Selama ini saya tidak tahu dampaknya bisa sebesar itu. Sekarang jadi lebih paham,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan Surtiyati, ibu balita lainnya, yang menyebut kegiatan tersebut membantu orang tua lebih peduli terhadap asupan gizi harian anak. Menurutnya, pengetahuan sederhana bisa membawa perubahan besar bagi kesehatan keluarga.
Dari Wonogiri, langkah kecil ini menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting tak selalu dimulai dari program besar, melainkan dari edukasi yang menyentuh langsung keluarga di tingkat akar rumput.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.