DEMAK,HARIANKOTA.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir rob yang kerap melanda Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kali ini, solusi yang diterapkan adalah pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) sebagai teknologi ramah lingkungan dan efisien.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan operasional PATS di Dukuh Legkong, Kecamatan Sayung, Rabu (31/12).
Pembangunan fasilitas tersebut dibiayai melalui APBD Jawa Tengah serta didukung dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Trina Mas Agra Indonesia, dengan partisipasi masyarakat setempat.
Bupati Demak Esti’anah menilai, penggunaan pompa berbasis energi surya menjadi jawaban atas tingginya biaya operasional pompa konvensional yang selama ini bergantung pada bahan bakar minyak.
Ia berharap, model penanganan tersebut dapat diterapkan di wilayah lain yang juga rawan terdampak rob.
“Ini menjadi solusi nyata untuk penanganan banjir rob. Alhamdulillah, respons cepat diberikan oleh Bapak Gubernur Ahmad Luthfi dan Bapak Wakil Gubernur Taj Yasin di wilayah Sayung,” ujar Esti’anah.
Dengan beroperasinya PATS, Pemerintah Kabupaten Demak optimistis upaya pengendalian rob dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan guna melindungi masyarakat pesisir dari genangan air yang berkepanjangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menjelaskan, PATS dirancang untuk menekan biaya operasional secara signifikan.
“Secara biaya sangat efisien. Pada siang hari, operasional sepenuhnya menggunakan tenaga surya. Saat malam hari atau cuaca mendung, baru dialihkan ke listrik PLN. Ini jauh lebih murah dibandingkan menggunakan BBM,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan biaya operasional secara rinci, karena sistem belum berjalan satu bulan penuh. Namun, estimasi biaya listrik diperkirakan relatif rendah.
“Paling hanya menyiapkan biaya listrik. Perkiraannya sekitar Rp1,5 juta per bulan, tapi nanti akan kami evaluasi setelah satu bulan operasional penuh, kemungkinan di akhir Januari 2026,” ungkapnya.
Secara teknis, PATS Sayung dilengkapi dua unit pompa hybrid dengan kapasitas total 2×125 liter per detik. Sistem ini didukung panel surya berdaya 66 kiloWatt peak (kWp) yang terdiri dari 74 panel, masing-masing berkapasitas 720 Watt peak (Wp). Selain itu, fasilitas ini dilengkapi rumah pompa dan empat unit kamera pengawas (CCTV).
Pada kondisi cuaca cerah, pompa akan beroperasi penuh menggunakan energi matahari. Ketika daya surya tidak mencukupi, sistem otomatis akan beralih ke pasokan listrik PLN dengan daya terpasang 66 kVA.
“Peralihan energinya otomatis. Jadi ketika daya dari panel surya berkurang, langsung berpindah ke listrik PLN tanpa perlu pengoperasian manual,” terang Henggar.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, pompa berbasis energi terbarukan tersebut menjadi yang pertama di Jawa Tengah dan disiapkan sebagai langkah awal penanganan rob di wilayah pesisir.
“Pompa ini adalah solusi awal. Ke depan, kita juga harus menyiapkan alternatif lain seperti kolam retensi dan embung agar penanganan banjir rob lebih komprehensif,” tegasnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.