KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Warga Dusun Mojodipo, Desa Jatirejo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, dibuat heboh setelah seorang perempuan ditemukan dalam kondisi terluka parah di dalam rumahnya sendiri, Rabu pagi (17/12/2025).
Perempuan berusia 42 tahun berinisial S itu ditemukan bersimbah darah di area dapur rumahnya. Korban diketahui bekerja sebagai karyawan swasta dan merupakan ibu dari dua anak.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, sang anak mendapati ibunya tergeletak dengan luka serius di bagian pergelangan tangan.
Melihat kondisi tersebut, anak korban langsung berteriak histeris meminta pertolongan. Teriakan itu mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke rumah korban.
Warga yang melihat kondisi S segera bergerak cepat membawa korban ke RSUD Karanganyar guna mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Jumapolo AKP Sulaiman membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut polisi langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Petugas melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari saksi-saksi,” kata AKP Sulaiman, Rabu (17/12/2025).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda tindak kejahatan maupun perampokan di rumah korban.
“Hasil pendalaman sementara menunjukkan peristiwa ini tidak berkaitan dengan unsur kriminal. Berdasarkan keterangan saksi dan korban, kejadian tersebut dilakukan oleh korban sendiri,” jelasnya.
Polisi turut mengamankan sebuah alat pertanian yang diduga digunakan korban sebagai barang bukti untuk keperluan administrasi kepolisian.
Lebih lanjut, AKP Sulaiman mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat gangguan psikologis yang telah berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut diduga muncul sejak korban kehilangan suaminya beberapa tahun lalu.
“Keterangan dari keluarga menyebutkan korban kerap mengalami tekanan mental dan sebelumnya pernah beberapa kali melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri,” ungkapnya.
Anak-anak korban juga menyampaikan bahwa ibunya kerap menunjukkan perilaku tidak biasa, seperti berbicara sendiri dan tertawa tanpa sebab.
Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Karanganyar. Pihak rumah sakit mempertimbangkan untuk merujuk korban ke RSUD Dr. Moewardi Surakarta guna mendapatkan penanganan lanjutan, termasuk pendampingan kesehatan jiwa.
AKP Sulaiman mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mental anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Jika ada tanda-tanda gangguan psikologis, segera cari bantuan medis agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Disclaimer:
Berita ini disajikan untuk kepentingan informasi publik. Redaksi tidak bermaksud menginspirasi, membenarkan, atau mendorong tindakan menyakiti diri sendiri. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, depresi, atau membutuhkan bantuan, segera hubungi tenaga kesehatan, layanan konseling, atau pihak berwenang terdekat.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.