Warga Karanganyar Gelar Doa Syukur di Astana Giribangun, Rayakan Soeharto Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

Warga Karanganyar menggelar doa bersama di Astana Giribangun sebagai bentuk syukur atas penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah

chat_bubble_outline 0
Warga Karanganyar gelar doa syukur Presiden RI ke 2 Soeharto resmi ditetapkan Pahlawan Nasional di Astana Giribangun (Foto: HARIANKOTA)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Penetapan Presiden Kedua Republik Indonesia, HM Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional mendapat sambutan hangat dari masyarakat Karanganyar, Jawa Tengah.

Sejumlah warga dan komunitas pendukung menggelar doa bersama di kompleks Astana Giribangun, Kecamatan Matesih, pada Senin (10/11/2025).

Kegiatan tersebut diawali dengan konvoi kendaraan dari Monumen Jaten, tempat kelahiran almarhumah Ibu Negara Hj. Tien Soeharto, menuju Astana Giribangun yang menjadi peristirahatan terakhir pasangan Soeharto dan Ibu Tien.

Sepanjang rute perjalanan, peserta membawa spanduk bertuliskan “Pak Harto Pahlawanku” sebagai bentuk ungkapan syukur atas keputusan pemerintah yang telah lama dinantikan masyarakat pendukung Soeharto.

Ketua Keluarga Besar Soeharto Kabupaten Karanganyar, Kiswadi Agus, menyampaikan bahwa penganugerahan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang diperjuangkan masyarakat selama bertahun-tahun.

“Sejak 2010, berbagai forum dan diskusi telah dilakukan untuk mengusulkan Pak Harto menjadi Pahlawan Nasional. Hari ini menjadi penegasan bahwa perjuangan itu tidak sia-sia,” ujarnya.

Menurut Kiswadi, masyarakat Karanganyar memiliki kedekatan historis dengan sosok Soeharto. Selain lahir dan dimakamkan di wilayah tersebut, Soeharto dinilai memiliki peran besar dalam pembangunan nasional, terutama di bidang ekonomi dan keagamaan.

“Banyak infrastruktur dan fasilitas keagamaan berdiri di masa kepemimpinan beliau. Itu menjadi bukti nyata dedikasi beliau bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.

Ia juga menyebut Karanganyar kini memiliki nilai sejarah tersendiri karena menjadi tempat peristirahatan tiga tokoh nasional yang telah menyandang gelar Pahlawan Nasional: H.M. Soeharto, Hj. Tien Soeharto, dan Pangeran Sambernyawa (K.G.P.A.A. Mangkunegara I).

“Tiga tokoh besar bangsa dimakamkan di Karanganyar. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi masyarakat untuk menjaga warisan sejarah tersebut,” tuturnya.

Setibanya di Astana Giribangun, warga menggelar doa dan tahlil bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Sejumlah peserta menaburkan bunga di makam Presiden Soeharto dan Ibu Tien, sementara lainnya membacakan Surah Yasin secara khusyuk.

Salah satu warga, Siti Nurhayati, mengaku bersyukur dapat turut serta dalam kegiatan tersebut.

“Pak Harto dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas dan peduli rakyat. Kami berdoa semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” katanya.

Kiswadi menegaskan, masyarakat Karanganyar akan terus menjaga semangat perjuangan yang diwariskan Soeharto.

“Gelar ini bukan akhir, tapi pengingat agar nilai-nilai kerja keras dan pengabdian beliau terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya menutup kegiatan.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya