KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Tangis, tawa, dan rasa lega berpadu di Aula Masjid Agung Madaniyah, Karanganyar, Kamis (6/11/2025).
Sejak pagi, ratusan anak berwajah tegang antre di depan meja registrasi. Di sisi lain, para orang tua menunggu dengan senyum haru, sebagian menggenggam tangan anak mereka erat-erat.
Hari itu, mereka menjadi bagian dari khitanan massal gratis yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar dalam rangka Hari Jadi ke-108 Kabupaten Karanganyar.
Bagi sebagian keluarga, kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah kesempatan berharga. Tak sedikit orang tua yang mengaku lega karena bisa menunaikan kewajiban agama anak mereka tanpa terbebani biaya.
“Alhamdulillah, tahun ini anak saya akhirnya bisa disunat. Terima kasih Baznas dan semua yang membantu,” ujar Rini, salah satu warga yang mendampingi putranya.
Ketua Baznas Karanganyar, Kafindi, mengatakan kegiatan tersebut awalnya disiapkan untuk 108 peserta, sesuai usia Kabupaten Karanganyar. Namun, pendaftaran membeludak hingga mencapai 200 anak.
“Kami melihat antusiasme masyarakat luar biasa. Ini jadi tanda bahwa kegiatan sosial seperti ini sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Setiap peserta tidak hanya mendapatkan layanan khitan gratis, tapi juga uang saku Rp150 ribu, paket perlengkapan sekolah, serta busana muslim lengkap—sarung, baju koko, dan peci. Hadiah kecil itu membuat wajah anak-anak kembali ceria setelah prosedur khitan selesai.
Di balik suasana ramai, tim medis gabungan dari Dinas Kesehatan, RSUD Kartini, PKU Muhammadiyah, Puskesmas, dan Poliklinik Baznas bekerja penuh ketelitian.
Mereka dibantu tenaga profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk memastikan setiap tindakan aman dan steril.
“Banyak anak yang awalnya takut, tapi begitu diberi hadiah dan dibujuk panitia, mereka langsung berani. Kami berusaha membuat suasana senyaman mungkin,” tutur salah satu perawat sambil tersenyum.
Bagi Baznas, kegiatan ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang menyentuh hati masyarakat. Setiap tahun, lembaga ini terus berupaya memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah agar bisa dirasakan oleh lebih banyak warga Karanganyar.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa zakat tidak hanya dikumpulkan, tapi juga dikembalikan untuk kesejahteraan bersama,” ungkap Kafindi.
Menjelang siang, aula perlahan lengang. Anak-anak yang telah selesai disunat berjalan pelan sambil menggandeng orang tua mereka.
Sebagian tersenyum malu, sebagian lain menahan rasa perih. Namun di balik semua itu, ada rasa bangga—karena mereka telah menjalani satu tahap penting dalam kehidupan.
Di Hari Jadi ke-108 ini, Baznas Karanganyar tak hanya merayakan usia daerah, tetapi juga mempertegas makna kemanusiaan: bahwa merawat kebersamaan dan kepedulian jauh lebih penting daripada sekadar perayaan.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.