KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur wisata menuju Candi Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Sebuah mobil jip wisata berwarna merah dengan nomor polisi D 1611 ED, yang mengangkut rombongan mahasiswa dari Yogyakarta mengalami insiden pada Selasa (14/10) sekitar pukul 11.45 WIB.
Kendaraan yang dikemudikan Wahyu Hartono (36), warga setempat, kehilangan kendali saat melewati turunan curam dan tikungan tajam hingga akhirnya menabrak tebing di sisi kiri jalan.
Akibat benturan keras tersebut, enam penumpang mengalami luka-luka. Petugas dari Puskesmas Ngargoyoso bersama warga sekitar segera mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian.
Lima mahasiswa kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk perawatan lanjutan, sementara pengemudi masih dirawat di Karanganyar.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Karanganyar, Ipda Faham Rosyadi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyebab kecelakaan diduga karena pengemudi tidak mampu mengendalikan setir saat melewati turunan tajam.
“Mobil melaju dari arah Candi Sukuh menuju Berjo. Ketika berada di tikungan, sopir diduga hilang kendali sehingga kendaraan menabrak tebing,” ujar Ipda Faham.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa kondisi kendaraan untuk mengetahui kemungkinan adanya faktor teknis yang menyebabkan insiden tersebut.
Seluruh korban kini dilaporkan dalam kondisi stabil. Wahyu Hartono mengalami luka di kepala dan lutut, Kristiani serta Leilia Qodriana mengalami memar di kaki dan hidung, Ahmad Khabibur Rohman mengalami luka di jari tangan, Abdul Mukhid cedera di pinggang, sementara Erwin Yulianto masih menjalani observasi medis.
Pihak kepolisian mengimbau wisatawan serta pengemudi untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur menuju Candi Sukuh, karena jalan di kawasan pegunungan tersebut tergolong sempit, menurun, dan memiliki tikungan tajam.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan di area wisata pegunungan. Jalur wisata bukan untuk uji nyali,” tegas Ipda Faham.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.