BOYOLALI, HARIANKOTA.COM – Musim haji tahun ini membuat aktivitas di Bandara Internasional Adi Soemarmo nyaris tanpa jeda.
Sejak akhir April hingga pertengahan Mei 2026, ribuan calon jemaah haji silih berganti memenuhi area keberangkatan menuju Tanah Suci.
Tercatat sebanyak 22.578 calon jemaah haji telah diberangkatkan melalui embarkasi Solo dalam 63 kelompok terbang (kloter) selama periode 22 April sampai 13 Mei 2026.
Jumlah itu menempatkan Bandara Adi Soemarmo sebagai embarkasi haji tersibuk ketiga di Indonesia. Posisi tersebut berada di bawah Bandara Internasional Juanda dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Meski jumlah penumpang membludak, operasional penerbangan haji di Solo terbilang cukup lancar. Dari total 64 penerbangan yang dijalankan, sebanyak 62 penerbangan berhasil berangkat tepat waktu. Tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on-time performance (OTP) pun mencapai sekitar 97 persen.
General Manager Bandara Adi Soemarmo, Hery Purwanto, mengatakan kelancaran proses keberangkatan turut terbantu dengan layanan Makkah Route yang memungkinkan pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan lebih cepat.
“Pemeriksaan digital rata-rata hanya sekitar 30 detik sampai satu menit per jemaah,” ujarnya.
Jika ditemukan kendala teknis, pemeriksaan dilakukan secara manual dengan durasi sekitar tiga hingga lima menit untuk setiap jemaah.
Menurut Hery, tingginya ketepatan waktu penerbangan juga tidak lepas dari koordinasi banyak pihak selama operasional haji berlangsung.
Mulai dari panitia penyelenggara ibadah haji, maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, hingga otoritas penerbangan dan layanan haji Arab Saudi.
“Persiapan dilakukan dari awal, mulai asrama haji, proses di bandara, sampai jemaah masuk ke pesawat,” katanya.
Penerbangan haji dari embarkasi Solo masih akan berlangsung hingga 21 Mei 2026. Selama periode tersebut, aktivitas di Bandara Adi Soemarmo diperkirakan tetap padat seiring keberangkatan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY.***


Tidak ada komentar