Kaesang Gerilya Politik di Karanganyar, Pilih Fokus Rebut Dukungan Kader Ketimbang Bahas Isu Jokowi Gabung PSI

Kaesang Gerilya Politik di Karanganyar, Pilih Fokus Rebut Dukungan Kader Ketimbang Bahas Isu Jokowi Gabung PSI

chat_bubble_outline 0
Presiden RI 7 Joko Widodo

KARANGANYAR, HARIANKOTA. COM – Spekulasi tentang Presiden Joko Widodo bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus bergulir, terutama jelang kongres nasional partai di Solo.

Namun Kaesang Pangarep, yang kini jadi pusat perhatian sebagai calon kuat Ketua Umum PSI, memilih tidak terjebak dalam wacana itu.

Saat bertemu para kader dan relawan di Karanganyar, Rabu malam (16/7/2025), Kaesang justru menegaskan dirinya tak punya kapasitas untuk menanggapi isu tersebut.

“Itu bukan ranah saya. Kalau soal dewan pembina, silakan tanya ke pendiri partai,” ujar Kaesang santai di sela obrolan hangat di Angkringan Mbah Onggo, Bejen, Karanganyar.

Isu keterlibatan Jokowi dalam struktur PSI memang sempat mencuat, seiring dengan rencana kehadirannya dalam pembukaan kongres nanti. Namun Kaesang lebih memilih fokus membakar semangat kader dan membangun jaringan di daerah.

“Kongres aja belum kelar. Saya fokus ke situ dulu. Masa saya yang malah ngurusin bapak sendiri?” ujarnya sambil tertawa kecil.

Kunjungan Kaesang ke Karanganyar bukan sekadar simbolik. Ia sengaja turun langsung untuk menyapa kader di daerah yang pada Pemilu 2024 lalu menjadi titik lemah PSI di Jawa Tengah.

“Kami sadar suara PSI di Jateng kemarin anjlok. Sekarang waktunya bangkit. Dan itu dimulai dari mendengar langsung kader di lapangan,” ungkapnya saat berdiskusi dengan pengurus DPD PSI Karanganyar.

Dalam pertemuan itu, Kaesang bicara gamblang soal arah baru partai. Ia menyebut PSI butuh penyegaran agar tetap relevan di tengah peta politik nasional yang semakin kompetitif.

“Saya enggak janji muluk. Tapi partai ini harus punya harapan baru. Harus lebih dekat sama rakyat,” tegasnya.

Kongres nasional PSI yang akan digelar di Solo dalam waktu dekat digadang-gadang jadi titik balik partai. Apalagi setelah gagal menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2024, banyak kader menilai sudah saatnya PSI tampil dengan wajah baru.

Kaesang mengaku siap total jika dipercaya memimpin. Ia menyusun strategi dan agenda besar untuk menjadikan PSI sebagai kekuatan alternatif yang mampu merangkul pemilih muda.

“Saya enggak sedang mengejar jabatan. Ini soal arah partai ke depan. Kita butuh narasi baru, gaya komunikasi yang segar, dan strategi yang realistis,” paparnya.

Meski belum menjabat, nama Kaesang sudah disebut-sebut sebagai calon terkuat. Popularitasnya, kedekatannya dengan generasi milenial dan Gen Z, serta jejaring yang ia bangun dianggap jadi modal besar.

Di tengah menguatnya dorongan kader agar Presiden Jokowi masuk struktur partai, suara lain juga mengemuka: lebih baik PSI dipimpin generasi muda.

“Banyak yang kagum sama Pak Jokowi, tapi rasanya kurang pas kalau beliau masuk ke struktur. Sosok seperti Mas Kaesang lebih sesuai untuk saat ini,” kata Farid Muhananto, Ketua DPD PSI Sukoharjo.

Kehadiran Presiden Jokowi dalam pembukaan kongres PSI di Solo dipastikan bersifat simbolis. Ia hadir sebagai undangan kehormatan, bukan sebagai calon pengurus partai.

Meski begitu, kemunculannya tetap dinilai punya dampak moral besar. Tak sedikit yang menilai kehadiran Jokowi sebagai sinyal restu atas proses regenerasi di PSI, sekaligus pesan bahwa politik tidak melulu soal senioritas, tapi soal semangat pembaruan.

“Kongres nanti bukan sekadar pemilihan ketua umum. Ini soal arah, soal masa depan PSI. Kami enggak mau hanya jadi partai pelengkap. Kami ingin relevan dan menang,” pungkas Kaesang penuh keyakinan.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya