Warga Desa Ngunut Karanganyar Terserang ISPA Hingga Serbuan Lalat Gara-Gara Pertenakan Ayam

Warga Ngunut Rt 03/04, Kecamatan Jumantono, Karanganyar diresahkan banyaknya lalat yang berasal dari kandang ayam milik PT Sempulur Unggas di permukiman mereka

chat_bubble_outline 0
Kandang Ayam
Warga Desa Ngunut Karanganyar Terserang ISPA Hingga Serbuan Lalat Gara-Gara Pertenakan Ayam

Tak berhenti disitu saja, dampak lainnya, rumah warga diserbu ribuan lalat setiap harinya. Belum lagi ditambah bau menyengat dari kotoran ayam.

“Kita tidak minta kompensasi apapun. Kami hanya minta pihak perusahaan menangani dampak lingkungan yang mereka timbulkan ini harus segera diselesaikan,”terangnya.

Pertenakan Ayam
Pertenakan Ayam milik PT Sempulur Unggas Raya di Desa Ngunut Jumantono Karanganyar di Protes warga (Foto: Hariankota.com/Alifian)

Ia mengatakan ada 40 keluarga yang harus menerima dampak lingkungan dari keberadaan kandang ayam tersebut. Karena itulah, warga menagih janji komitmen pemilik kandang untuk memperbaiki pengelolaan kandang di sana.

Di antaranya mengurangi populasi ternak, menjauhkan jarak kandang dengan permukiman, penghijauan lingkungan, pembuatan IPAL memadai, saluran limbah dan air hujan serta penyediaan bungker bangkai ayam.

Ketua Komisi B, AW Mulyadi sebut hasil mediasi telah disepakati beberapa point. Seperti memangkas jarak kandang, agar tidak terlaku dekat dengan pemukiman warga.

Pembuatan IPAL yang sesuai standart. Melakukan penghijauan sekitar lingkungan. Termasuk pembuatan saluran limbah dan saluran air hujan di kandang juga bungker bangkai ayam.

“Tadi saya minta untuk saluran air hujan dan saluran limbah harus dibuat terpisah. Tidak boleh digabung,” ungkap AW Mulyadi.

Pejabat Humas dan HRD PT Sempulur Unggas Raya Pramudo, mengatakan, pihaknya telah menjalani beberapa rekomendasi warga.

Dimana populasi ternak di kandang barat sudah dipangkas sampai 15.000 ekor, dari semula diminta dikurangi 28.000 ekor. Langkah ini sebagai upaya mengurangi dampak aroma kotoran dan lalat.

“Kalau kandang barat dihilangkan, kami yang keberatan. Imbasnya merumahkan 25 karyawan yang kebanyakan warga Ngunut. Akhirnya separuhnya saja,” kata dia.

Selain itu pihaknya telah memangkas panjang kandang dan memindah ke area yang berjarak dengan rumah warga. Termasuk menggandeng pihak ketiga untuk pembuangan kotoran ayam.

Setiap hari ada truk yang akan membawa kotoran tersebut yang nantinya akan diolah menjadi pupuk.

“Kini untuk kotoran kami bekerjasama dengan pihak ketiga. Setiap hari diambil agar mengurangi bau dan lalat,” pungkasnya.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya