bukan sekadar menjadi penonton perubahan.
Penegasan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri forum diskusi generasi Z dan milenial yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Renon, Selasa (30/12/2025). Ratusan anak muda dari berbagai daerah di Bali hadir untuk membahas arah masa depan Bali menyongsong tahun 2026.
Dalam paparannya, Wayan Koster menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital yang berlangsung cepat. Namun, ia mengingatkan agar kemajuan tersebut tidak menjauhkan generasi muda dari identitas dan nilai budaya Bali.
“Anak muda Bali memiliki posisi sangat krusial dalam mendorong transformasi ekonomi daerah. Kuasai teknologi, bergerak cepat mengikuti perubahan, tetapi tetap berpijak pada jati diri dan nilai luhur budaya lokal,” tegas Koster.
Menurutnya, kekuatan Bali tidak hanya terletak pada potensi pariwisata, tetapi juga pada sumber daya manusia muda yang kreatif, inovatif, dan berkarakter. Jika dikelola dengan baik, generasi muda mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing global sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.
Koster juga menilai forum diskusi tersebut sebagai ruang penting untuk menyatukan kebijakan pemerintah dengan aspirasi anak muda di tingkat akar rumput. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang aktif menyampaikan gagasan terkait pengembangan ekonomi kreatif dan literasi digital.
Menutup arahannya, Wayan Koster mengajak generasi muda menjadikan momentum pergantian tahun sebagai titik awal untuk “naik kelas” dan berkontribusi lebih konkret bagi daerah.
“Tahun baru harus menjadi pemicu semangat untuk berkarya lebih nyata dan memberi dampak lebih besar bagi Bali,” pungkasnya, seraya menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh generasi muda Bali.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.