BULELENG, HARIANKOTA.COM – RSUD Buleleng mulai melakukan penataan besar-besaran layanan rumah sakit untuk menjawab meningkatnya jumlah pasien rujukan di Bali Utara.
Salah satu yang menjadi fokus utama yakni penambahan ruang operasi karena tingginya antrean tindakan bedah dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa, mengatakan kapasitas ruang operasi saat ini belum mampu mengimbangi jumlah pasien yang terus bertambah, terutama rujukan dari rumah sakit tipe C di wilayah Bali Utara.
“Kapastitas tindakan bedah kita sangat tinggi, sementara ruang operasi masih terbatas,” kata dr Suteja, dilansir HARIANKOTA.COM dari laman bulelengkab, Jumat (15/6/2026).
Selain penambahan ruang operasi, RSUD Buleleng juga akan merevitalisasi sejumlah gedung layanan yang sebagian besar merupakan bangunan lama.
Penataan dilakukan untuk mempercepat pelayanan pasien sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berobat.
RSUD Buleleng kini menjadi satu-satunya rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Status tersebut membuat RSUD Buleleng tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga pengembangan tenaga medis di Bali Utara.
Saat ini RSUD Buleleng telah memiliki 23 poliklinik dengan sejumlah layanan unggulan, termasuk Cath Lab untuk pemasangan ring jantung.
Rumah sakit juga mulai menerapkan digitalisasi rekam medis terintegrasi guna mempermudah akses data pasien rawat jalan maupun rawat inap.
Di sisi lain, peningkatan kualitas pelayanan juga dilakukan melalui pelatihan komunikasi bagi petugas UGD dan front office. Langkah itu dilakukan agar pelayanan kepada pasien menjadi lebih cepat, responsif, dan humanis.
Penataan fasilitas dan pengembangan layanan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi RSUD Buleleng sebagai rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Bali Utara.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.