KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM — Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 diprediksi mencapai sekitar 143 juta orang dari wilayah Jakarta menuju berbagai daerah di Indonesia.
Jawa Tengah disebut menjadi wilayah paling krusial karena berada di jalur utama perlintasan pemudik.
Anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah koordinasi lintas kementerian guna memastikan kesiapan infrastruktur dan keselamatan transportasi selama musim mudik.
“Jawa Tengah ini menjadi titik tengah, sehingga menjadi wilayah yang paling krusial dalam arus mudik,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Perbaikan Jalan dan Tol Fungsional Dipercepat
Sriyanto menjelaskan, koordinasi telah dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ia menekankan pentingnya percepatan perbaikan jalan rusak, terutama jalan berlubang, agar tidak membahayakan pemudik.
“Kami minta jalan-jalan rusak, terutama yang berlubang, segera diperbaiki. Ini juga perlu sinergi dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan jalan non-tol yang masih berlangsung diminta untuk dihentikan sementara guna menghindari gangguan arus lalu lintas.
Di sisi lain, pemerintah juga mulai memfungsikan ruas tol fungsional, termasuk jalur Bawen menuju Yogyakarta hingga kawasan Tanomartani, untuk mengurai kepadatan kendaraan.
“Tol fungsional ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan, terutama bagi pemudik yang menuju Yogyakarta,” tambahnya.
Keselamatan Transportasi Jadi Prioritas
Dalam aspek keselamatan, Komisi V menyoroti pentingnya uji kelaikan kendaraan atau ram check bagi angkutan Lebaran.
Sriyanto menegaskan kendaraan yang tidak layak jalan tidak boleh dioperasikan demi mencegah kecelakaan.
“Bus yang tidak layak harus benar-benar tidak diizinkan beroperasi. Jangan dipaksakan karena sangat berbahaya,” tegasnya.
Selain kendaraan, faktor pengemudi juga menjadi perhatian. Ia meminta aturan terkait pengemudi diperketat, termasuk larangan penggunaan sopir pengganti yang tidak memenuhi syarat.
Hal ini berkaca pada kecelakaan di Tol Simpang Susun Krapyak, Semarang, yang diduga melibatkan pengemudi pengganti berusia muda.
“Pengemudi harus memenuhi standar. Jangan sampai kejadian serupa terulang,” katanya.
Antisipasi Cuaca Ekstrem
Sriyanto juga meminta BMKG untuk terus memperbarui informasi cuaca secara cepat dan akurat, terutama jika terjadi potensi cuaca ekstrem.
“Informasi cuaca harus cepat disampaikan ke masyarakat agar bisa diantisipasi,” ujarnya.
Pasokan BBM dan Pangan Dipastikan Aman
Terkait isu pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok, Sriyanto memastikan kondisi saat ini masih aman dan terkendali.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik, meskipun terdapat dinamika global seperti konflik di Timur Tengah.
“Stok BBM aman, masyarakat tidak perlu resah. Ketersediaan bahan pokok juga masih terjaga,” katanya.
Menurutnya, distribusi BBM tetap berjalan normal, termasuk setelah kapal pengangkut Pertamina yang sempat tertahan di Selat Hormuz kembali beroperasi.
Dukungan Program Infrastruktur di Karanganyar
Di tingkat daerah, Sriyanto menyebut sejumlah program pembangunan telah direalisasikan di Kabupaten Karanganyar, terutama melalui program infrastruktur.
Beberapa di antaranya meliputi pembangunan jalan melalui program Inpres Jalan Daerah, pengaspalan, pelebaran jalan Matesih–Ngadiluwih, serta pembangunan akses di wilayah Sanggrahan hingga area perkemahan.
Selain itu, terdapat pula program PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah), Pamsimas, dan Sanimas yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya ingin keberadaan saya bisa bermanfaat bagi masyarakat Karanganyar. Kita tidak melihat partai, tapi bagaimana bisa berkontribusi untuk daerah,” ujarnya.
Sinergi untuk Penguatan UMKM
Meski sektor UMKM bukan berada di lingkup Komisi V, Sriyanto menyatakan siap mendukung program pemerintah pusat melalui sinergi lintas komisi.
“Kalau ada program dari pemerintah pusat, kami siap mendukung dan bersinergi,” katanya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.