Pertamina Foundation Berikan Pelatihan SROI dan IKM kepada Young Leaders, Technopreneur, dan Mentor DEB SoBI

Tingkatkan Dampak Program Pemberdayaan Masyarakat, Pertamina Foundation Bekali Pelaksana Program dengan Ilmu SROI dan IKM

chat_bubble_outline 0
Pertamina Foundation Tingkatkan Kapasitas Pelaksana Program melalui Pelatihan SROI dan IKM (Foto: Ist)

JAKARTA, HARIANKOTA. COM – Guna mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kemandirian masyarakat, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation menyelenggarakan pelatihan Social Return on Investment (SROI) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) bagi 97 peserta yang merupakan pelaksana program PFseries.

Pelatihan ini diikuti oleh beragam kalangan, mulai dari young leaders PFmuda dengan proyek sosial, technopreneur PFsains yang fokus pada inovasi teknologi dan energi, hingga dosen dari perguruan tinggi yang berperan sebagai mentor dalam program Desa Energi Berdikari Soba Bumi (DEB SoBI).

Direktur Operasi Pertamina Foundation, Yulius S. Bulo, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk meningkatkan kapasitas para pelaksana program.

Selain bantuan pendanaan, Pertamina Foundation juga berupaya memberikan pelatihan yang dapat meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program-program pemberdayaan masyarakat. SROI dan IKM menjadi kunci penting dalam mengukur dan mengevaluasi dampak dari program-program tersebut.

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 17 hingga 20 Februari 2025, ini menghadirkan pengajar dari Lembaga Pengembangan Manajemen dan Bisnis (LPMB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR).

Materi yang diajarkan meliputi pengenalan SROI, unsur-unsur di dalamnya, cara menghitung, serta dampaknya terhadap ekonomi, sosial, lingkungan, dan kesejahteraan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai IKM, mulai dari pengenalan, tujuan, aspek-aspek, metode survei, hingga cara menghitung skor IKM.

Para peserta tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga berkesempatan mengunjungi Kampung Lali Gadget, salah satu binaan PFmuda yang sukses.

Di sana, mereka dapat melihat langsung contoh implementasi proyek sosial yang inovatif dan kreatif, sekaligus belajar praktik survei IKM dan SROI.

Salah satu peserta pelatihan, Arfianti Novita Anwar, seorang mentor Desa Energi Berdikari Sobat Bumi dari Universitas Pasir Pengaraian, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru tentang cara mengukur dampak suatu program.

IA menyadari bahwa dampak tidak hanya bisa dilihat dari publikasi, tetapi juga dapat diukur secara kuantitatif.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya