Pemkab Karanganyar Gelar Pembinaan RT/RW, Insentif Rp21,2 Miliar Siap Disalurkan

Pemkab Karanganyar menggelar pembinaan RT/RW dan menyalurkan insentif sebesar Rp21,2 miliar kepada 6.533 RT dan 1.974 RW di 177 desa dan kelurahan.

chat_bubble_outline 0
Bupati Rober serahkan insentif untuk RT/RW di Karanganyar

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM– Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengundang para Ketua RT dan RW dalam kegiatan pembinaan di Pendopo RM Said Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (9/3/2026).

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan insentif kepada para pengurus lingkungan.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menyampaikan bahwa pemberian insentif tersebut merupakan bagian dari program Ngayani, sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada RT dan RW yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.

“Melalui program Ngayani ini, pemerintah daerah memberikan sedikit bantuan kepada para RT dan RW agar bisa terus melayani masyarakat,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan dari tingkat kecamatan hingga RT dan RW untuk menyatukan langkah dalam semangat Sesarengan Bangun Karanganyar.

Meski demikian, Bupati mengakui kondisi keuangan daerah saat ini cukup mendapatkan tantangan akibat turunnya dana transfer dari pemerintah pusat yang turun sekitar Rp372 miliar.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh pemerintah desa yang mengalami keterbatasan dalam pengelolaan Dana Desa.

“Kalau beban terasa berat dipikul sendiri, tetapi jika digotong bersama masyarakat, semuanya akan terasa lebih ringan,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Karanganyar, Heru Joko Sulistyono, mengatakan RT dan RW memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus penghubung antara pemerintah daerah dengan warga di tingkat lingkungan.

“RT dan RW merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Karena itu pemerintah daerah memberikan perhatian melalui pembinaan sekaligus dukungan insentif agar kinerja mereka semakin optimal,” ujarnya.

Saat ini, jumlah RT di Kabupaten Karanganyar tercatat sebanyak 6.533, sedangkan jumlah RW mencapai 1.974 yang tersebar di 177 desa dan kelurahan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar setiap tahun memberikan insentif kepada para ketua RT dan RW serta bantuan operasional untuk kegiatan RT dan RW.

Pada tahun 2026, masing-masing Ketua RT dan Ketua RW menerima insentif sebesar Rp2 juta per tahun. Selain itu, bantuan operasional untuk RT dan RW masing-masing sebesar Rp500 ribu per tahun.

“Anggaran tersebut bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) bagi RT dan RW yang berada di wilayah desa,” terangnya.

Sementara bagi RT dan RW di wilayah kelurahan, pendanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karanganyar yang disalurkan melalui kecamatan.

Heru menambahkan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa telah memfasilitasi proses pencairan anggaran tersebut. Saat ini dana insentif sudah masuk ke rekening kas desa masing-masing dan siap disalurkan kepada para penerima.

“Secara keseluruhan, total anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah untuk insentif dan operasional RT/RW pada tahun 2026 mencapai Rp21.246.500.000. Rinciannya, anggaran untuk RT sebesar Rp16.316.000.000 dan untuk RW sebesar Rp4.930.500.000,” imbuhnya.

Kegiatan pembinaan ini diikuti sebanyak 531 peserta yang terdiri dari 177 perwakilan ketua RT, 177 perwakilan ketua RW, serta 177 kepala desa atau lurah dari seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap para ketua RT dan RW dapat semakin meningkatkan peran dalam pelayanan masyarakat serta mendukung program pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

11 jam yang lalu