Pasar Murah Hari Jadi Karanganyar Diserbu Warga, Sembako Murah Langsung Ludes

Pasar murah Hari Jadi Karanganyar diserbu warga karena menawarkan beras, minyak, telur, dan komoditas lain dengan harga lebih terjangkau demi menjaga stabilitas pangan.

chat_bubble_outline 0
Pasar Murah Hari Jadi Karanganyar Diserbu Warga, Sembako Murah Langsung Ludes (Foto: HARIANKOTA)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Gelombang tekanan inflasi pangan yang muncul di berbagai daerah mendorong Pemerintah Kabupaten Karanganyar memperkuat strategi stabilisasi harga melalui operasi pasar murah.

Kebijakan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-108 ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan, mengendalikan gejolak harga komoditas strategis, dan meningkatkan serapan produksi pertanian lokal yang tengah melimpah.

Plt Kepala Dispertan PP Karanganyar, E. Wihartomo, menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan sejumlah komoditas pangan dengan harga khusus agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Total 240 paket beras, 100 kilogram gula pasir, 100 liter minyak goreng, beserta telur, ikan, dan daging ayam dipasarkan sebagai bagian dari intervensi harga.

“Program ini tidak hanya meramaikan Hari Jadi Karanganyar, tetapi juga menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Ketersediaan beras saat ini sangat aman karena kita sedang berada pada masa panen,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Wihartomo menegaskan Karanganyar berada dalam kondisi surplus beras, dengan produksi padi dari tiga musim tanam mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun.

Pada musim tanam ketiga yang sedang berlangsung, produksi kembali diperkirakan menyentuh 100 ribu ton, didukung jaringan irigasi yang berjalan optimal.

Harga gabah pun tercatat stabil pada rentang Rp6.600–Rp6.800 per kilogram, berada di atas HPP, memberi sinyal positif bagi pendapatan petani.

“Jika impor beras dihentikan, kami justru menyambut baik. Pasokan lokal berlebih. Kami berharap Bulog dapat menyerap lebih banyak produk petani agar perputaran ekonomi tetap berada di wilayah sendiri,” tambahnya.

Kabid Ketahanan Pangan Dispertan PP Karanganyar, Budi Sutrisno, menjelaskan pasar murah menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah.

Pemerintah menggandeng Bulog, kelompok tani, dan peternak untuk memastikan pasokan tetap stabil dengan harga terjangkau.

“Komoditas yang kami sediakan semuanya dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. Tujuannya untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan potensi kenaikan harga,” ungkapnya.

Beras medium, misalnya, dilepas Rp11.200 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar Rp13.000. Minyak goreng dijual Rp15.000 per liter, telur ayam Rp25.000 per kilogram, dan daging ayam Rp35.000 per kilogram, seluruhnya berada di bawah harga umum pasar tradisional.

Budi menegaskan bahwa operasi pasar murah akan terus digelar secara berkala untuk meredam fluktuasi harga, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan biasanya meningkat.

“Harapan kami, kestabilan harga tetap terjaga dan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari upaya pengendalian ini,” tutupnya.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya