Pakubuwono XII, Raja yang Berperan dalam Pembentukan NKRI, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Bergabungnya Keraton Surakarta dengan Indonesia, dukungan kemerdekaan, dan perjuangan Pakubuwono XII untuk NKRI.

chat_bubble_outline 0
Pakubuwono XII diusulkan jadi Pahlawan Nasional (Foto: Ist)

SOLO, HARIANKOTA.COM – Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta mengajukan nama Sri Susuhunan Pakubuwono XII sebagai calon Pahlawan Nasional.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi besar sang raja dalam mendukung kemerdekaan Indonesia serta terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1945.

Dekan Fakultas Teknik UST, Dr. Ir. Ki Iskandar Yasin, ST., M.Eng., CIPM., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa pengusulan ini didasarkan pada kajian akademis yang merujuk pada sumber sejarah primer dan sekunder. Kajian tersebut telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Sosial.

“Pakubuwono XII adalah raja pertama yang secara tegas mendukung kemerdekaan RI. Bahkan, beliau menyumbangkan aset keraton untuk mendukung pemerintahan awal negara,” terang Ki Iskandar saat konferensi pers di Karaton Surakarta Hadiningrat.

Simbol Nasionalisme dan Persatuan Bangsa

Pakubuwono XII bukan hanya mendukung kemerdekaan, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendorong kerajaan lain di Nusantara agar bergabung dengan NKRI.

Atas peran strategisnya, Surakarta pernah diberikan status sebagai Daerah Istimewa, meski kemudian dicabut karena dinamika politik.

“Pakubuwono XII adalah figur pemersatu, membawa nilai budaya dalam semangat kebangsaan,” tambah Ki Iskandar.

Dukungan Kuat dari Keraton Surakarta

Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, Gusti Moeng, menyambut baik pengusulan resmi ini. Menurutnya, ini adalah kali pertama pengajuan dilakukan secara ilmiah, bukan sekadar wacana.

“Kali ini pengusulan dilengkapi naskah ilmiah dan bukti sejarah yang kuat. Kami harap negara bisa memberi penghargaan layak kepada beliau,” ujar Gusti Moeng, putri Pakubuwono XII.

Ia juga mengungkap bahwa ayahandanya pernah menjadi sasaran kelompok anti-kerajaan, namun tetap setia kepada Republik dan menolak membentuk negara tandingan.

Harapan atas Status Daerah Istimewa Surakarta

Selain pengusulan gelar Pahlawan Nasional, Keraton Surakarta juga terus memperjuangkan dikembalikannya status Daerah Istimewa. Gusti Moeng menyebut bahwa Surakarta memiliki rekam jejak kesetiaan sejak awal berdirinya Republik.

“Sudah saatnya Surakarta mendapatkan kembali pengakuan, sebagaimana Yogyakarta. Ini adalah bagian dari penghargaan terhadap sejarah dan perjuangan,” tutupnya.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya