MPPI Jadi Bagian Penguat Ketahanan Pangan, Pasokan Bibit dan Benih Harus Aman

30 November 2022, 21:00 WIB

JAKARTA, HARIANKOTA.COM – Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) diharapkan menjadi perekat pelaku di dunia perbenihan dan perbibitan dalam negeri.

Bukan hanya industrinya, tapi juga pemerintah dan lembaga penelitian di perguruan tinggi. Bersatu meningkatkan produksi pangan.

Hal itu disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, Pengukuhan Pengurus MPPI periode 2022 – 2027 di Gedung Rajawali Nusantara  Indonesia (RNI) Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Pangan merupakan jantungnya pembangunan. Karena itu jika bangsa Indonesia akan mandiri pangan, maka bibit dan benihnya harus tersedia,” jelas Erick Thohir.

Bahkan Erick mengakui, sebenarnya Kementerian BUMN telah menetapkan transformasi pangan sebagai langkah awal.

“Sejak COVID-19 kita lakukan pertemuan pembahas pangan. Kita bangun ekosistem pangan yang baik untuk semua. Apakah dalam bentuk kerjasama dengan swasta dengan BUMN atau BUMN dengan peneliti maupun petani. Ini yang akan kita lakukan, termasuk kalangan UMKM menjadi bagian,”

Erick sampaikan untuk membangun ekosistem pangan yang saling membangun. Sebab, tidak bisa membangun ekosistem pangan hanya oleh satu stakeholder.

“Peran petani juga harus menjadi perhatian khusus. Jadi bagaimana memastikan produksi pangan tetap terjaga, Apalagi realitasnya, kondisi pertanian terus menurun,” imbuhnya.

Terlihat bagaimana lahan pertanain berkurang, rata-rata petani hanya memiliki lahan di bawah 1 ha.
Karena itu ke depan, pihaknya berharap, kita harus membangun ekosistem pangan.

“Salah satu yang digagas Kementerian BUMN adalah Program Makmur. Program tersebut yang sudah berjalan untuk komoditas padi, jagung dan tebu. Program Makmur ini versi BUMN membangun ketahanan pangan,” pungkasnya.

Berita Terkait