Legiun Mangkunegaran, Pasukan Elit dari Pura Mangkunegaran

Pengambilan sumpah Legiun Mangkunegaran (Koleksi Tropenmuseum)

2 Agustus 2022, 22:20 WIB

Hariankota.com – Jauh sebelum adanya pasukan elite TNI terbentuk di negara kesatua republik Indonesia (NKRI) di masa kerajaan juga sudah memiliki pasukan elit. Misalkan saja pasukan bernama Prajurit Bhayangkara milik kerajaan Majapahit.

Kemudian di masa Praja Mangkunegaran muncul pasukan modern dan profesional bernama Legiun Mangkunegaran. Kejayaan Legiun Mangkunegaran terlihat dari bangunan kavaleri-artileri markas Legiun Mangkunegaran yang berada di sebelah timur Puro Mangkunegaran.

Dilansir dari laman puromangkunegaran.com, keberadaan Legiun Mangkunegaran tidak dapat dilepaskan dari tradisi kemiliteran yang diwariskan oleh Pangeran Sambernayawa atau KGPAA Mangkunegara I.

Dimana embrio dari Legiun Mangkunegaran adalah pasukan gerilya yang berjuang selama belasan tahun bersama Pangeran Sambernyawa.

Setelah Pangeran Sambernyowo berkuasa pada tahun 1757, pasukan tersebut menjadi satuan militer Praja Mangkunegaran. Sebanyak 12 kesatuan yang berpengalaman bergerilya tetap dipertahankan dan ditambah dengan 22 unit infanteri, kavaleri dan artileri yang terdiri dari masing-masing 44 orang.

Selanjutnya di masa pemerintahan
Mangkunegara II di tahun 1808 beliau membentuk Legiun Mangkunegaran. Beliau merupakan sosok raja yang visioner. Pembentukan pasukan tersebut terinspirasi pasukan modern Grande Armee, angkatan darat terkuat di dunia saat itu yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte

Pasukan elite ini dilatih untuk mahir menggunakan berbagai senjata tajam berupa keris dan pedang dalam pelatihan kemiliteran di Soldat Sekul.
Mereka juga dilatih menggunakan tombak, sumpit dan panah serta senjata api maupun artileri (meriam) termasuk ahli berkuda

Sehingga unsur infanteri, kavaleri dan artileri tergabung di dalamnya. Legiun Mangkunegaran juga dilatih untuk mampu menghadapi perang jangka panjang maupun perang gerilya.

Legiun Mangkunegaran merupakan perpaduan budaya barat dengan budaya Jawa. Itu nampak dari cara berbusana para serdadu dan perwira Legiun Mangkunegaran yang menggunakan seragam gabungan militer Perancis dengan Jawa.

Penggunaan senjata juga memadukan antara senjata setempat dengan senjata modern. Tak hanya itu, strategi perang pun memadukan antara strategi militer Barat dengan strategi perang Pangeran Sambernyawa.

Legiun Mangkunegaran juga memiliki pasukan perempuan bersenjata yang terlatih. Selain mahir menggunakan senjata, pasukan perempuan juga piawai dalam bernyanyi dan memainkan alat musik. Pasukan ini pun turut mengawal Mangkunegara dan menyambut tamu kehormatan.

Di Legiun Mangkunegaran selalu ditanamkan semangat nasionalisme.  Keberadaan legiun menjadi bukti bahwa bangsa ini pernah memiliki pasukan militer yang hebat dan disegani.

Berita Terkait